Ruang Redaksi – Tim SAR Kompi IV Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Barat (Sulbar) bergerak cepat menanggapi bencana kebakaran lahan yang melanda kawasan pemukiman dan perkebunan warga di Pulau Battoa, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (11/9/2026) malam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Meski harus menempuh jalur laut di tengah kegelapan malam, sebanyak 9 personel tanggap darurat yang dipimpin oleh Brigpol Rustam dikerahkan penuh untuk menembus lokasi titik api.

Komandan Kompi IV Batalyon A Pelopor Iptu Immanuel Andrew Pratama Malau, menyampaikan bahwa pergerakan personel dimulai segera setelah menerima laporan warga. Tim SAR berangkat dari Mako Kompi menggunakan truk operasional menuju Dermaga Tonyaman sekitar pukul 20.15 WITA.

“Untuk mencapai titik lokasi kebakaran di Pulau Battoa, personel harus menyeberangi lautan menggunakan perahu tradisional jenis katinting dengan membawa peralatan pemadam dan keselamatan,” kata Iptu Immanuel Andrew Pratama Malau, dalam keterangannya.

Tiba di Pulau Battoa pukul 20.45 WITA, tim langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Medan yang cukup sulit tak menyurutkan langkah personel Brimob untuk bahu-membahu menaklukkan si jago merah. Dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tangki semprot, serta peralatan darurat seadanya, aksi pemadaman intensif langsung dilakukan.

Petugas sempat melakukan manuver pemadaman di dua titik lokasi lahan yang terbakar guna mencegah kobaran api merembet lebih luas ke pemukiman warga sekitar.

Setelah berjuang selama hampir tiga jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 23.20 WITA. Situasi di lokasi dipastikan aman dan terkendali.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah tanaman perkebunan milik warga setempat dilaporkan hangus terbakar.

Kehadiran cepat dan tanggap dari Tim SAR Brimob Polda Sulbar ini mendapat apresiasi hangat dari warga Pulau Battoa yang merasa terbantu dan lebih tenang dari ancaman bahaya kebakaran yang lebih besar.

Setelah memastikan titik api benar-benar padam dan area aman, seluruh personel kembali ke dermaga untuk melaksanakan apel konsolidasi sebelum bertolak kembali ke Mako. Seluruh rangkaian operasi pemadaman berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.