Ruang Redaksi – Dampak kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, selama dua bulan terakhir kian mengkhawatirkan. Ratusan warga kini mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi terparah salah satunya melanda Dusun Bajoe, Desa Rea, Kecamatan Binuang. Di wilayah ini, sumur-sumur warga telah mengering, sementara distribusi air PDAM terhenti total. Bahkan, aliran sungai di sekitar pemukiman yang biasa menjadi tumpuan warga juga tidak dapat lagi diandalkan.
Menanggapi krisis tersebut, Pemerintah Kabupaten Polman menyiagakan armada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendistribusikan air bersih secara mendesak.
Di Dusun Bajoe, kedatangan armada mobil tangki BPBD berkapasitas 4.000 liter disambut antusias oleh warga. Mereka bahkan rela mengantre hingga berjam-jam sambil menyusun berbagai wadah penampungan, mulai dari ember, jeriken, hingga galon.
Salah seorang warga setempat, Muliana, menuturkan bahwa krisis air bersih telah berlangsung hampir dua bulan. Sebelum ada bantuan armada BPBD, warga terpaksa berjalan jauh ke area perbukitan hanya untuk mengambil air sungai.
“Sudah hampir dua bulan kami kekeringan. Air sungai di bawah sudah kering dan tidak cocok untuk dimasak. Selama ini kami harus melewati (bukit) membawa jeriken untuk ambil air sungai. Bantuan air dari BPBD ini sangat bermanfaat untuk konsumsi dan memasak harian,” kata Muliana, Kamis (19/8/2026).
Personel BPBD Polman, Abu, menjelaskan bahwa aksi tanggap darurat ini dilakukan setelah pihaknya menerima surat permohonan resmi dari Pemerintah Desa Rea terkait krisis air bersih yang melanda wilayah mereka.
Berdasarkan data BPBD, terdapat sekitar 120 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak kekeringan di Desa Rea, dengan 50 KK di antaranya berada di Dusun Bajoe.
“Penyaluran air bersih ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan Desa Rea. Sesuai arahan pimpinan, desa atau kelurahan yang terdampak kekeringan wajib bersurat secara resmi sebagai dasar data operasional kami di lapangan,” ujar Abu di lokasi penyaluran.
Satu unit mobil tangki berkapasitas 4.000 liter disiagakan untuk menyasar tiga titik kumpul di wilayah terdampak. Pihak BPBD memastikan armada tangki akan melakukan pengisian berulang kali (bolak-balik) menyesuaikan dengan kebutuhan warga di lapangan.
“Hari ini fokus penyaluran di Kecamatan Binuang, khususnya Desa Rea. Untuk pengisian bolak-balik mobil tangki, kami sesuaikan dengan kondisi dan antusiasme masyarakat di lokasi. Yang pasti, kami akan terus menyalurkan bantuan air bersih ini secara berkelanjutan,” pungkasnya.




