Ruang Redaksi — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menunda acara peresmian program Listrik Perdesaan (Lisdes) yang sedianya bakal dihadiri dan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Agenda yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 14.00 WITA di Lapangan Pancasila, Polewali Mandar tersebut kini ditangguhkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Keputusan penundaan mendadak ini tertuang dalam surat resmi Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Nomor: B-2342/TL.03/DJL/2026 tertanggal 9 Agustus 2026. Surat yang ditandatangani secara elektronik oleh Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, atas nama Menteri ESDM tersebut sekaligus mencabut surat undangan sebelumnya (Nomor: 1987.Und/TL.03/DJL/2026) tertanggal 8 Agustus 2026.

“Menindaklanjuti surat kami sebelumnya, bersama ini kami sampaikan bahwa kegiatan Peresmian Proyek Listrik Perdesaan ditunda pelaksanaannya sampai pemberitahuan lebih lanjut,” demikian bunyi petikan surat tersebut.

Penundaan acara secara mendadak ini cukup mengejutkan para pemangku kepentingan di daerah. Pasalnya, persiapan infrastruktur dan teknis di lokasi acara sudah berjalan hampir rampung.

Manager PLN Rayon Polewali, Ayu Ardini, mengonfirmasi bahwa pihak PLN dan panitia pelaksana event organizer telah mematangkan persiapan di Lapangan Pancasila sebelum surat pembatalan diterima.

“Kalau persiapan dari event organizer, tenda di lokasi sudah hampir jadi. Dari sisi teknis PLN sendiri kesiapannya sudah sekitar 80 persen. Namun karena ini hajatnya Kementerian ESDM, kami di daerah pada prinsipnya mengikuti arahan dan surat resmi dari pusat,” ujar Ayu saat dikonfirmasi, Minggu (9/8/2026).

Ayu menjelaskan, dalam surat pemberitahuan dari Kementerian ESDM, tidak dijelaskan secara rinci alasan mendasar penundaan selain adanya agenda lain di tingkat pusat.

“Alasan penundaan di surat hanya disebutkan karena ada kegiatan lain, tidak ada rincian lebih lanjut. Informasi awal dari Kementerian ESDM memang dijadwalkan dihadiri Menteri ESDM dan Pak Presiden. Namun untuk konfirmasi kehadiran Presiden memang belum kami terima hingga akhirnya keluar surat penundaan ini,” ujarnya.

Program Lisdes yang sedianya diresmikan tersebut merupakan proyek strategis kelistrikan yang didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2025.

Proyek ini mencakup perluasan jaringan listrik ke wilayah terpelosok, program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi masyarakat kurang mampu, serta pembangunan pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian ESDM belum mengeluarkan pernyataan resmi tambahan terkait kepastian jadwal ulang maupun rincian agenda Presiden yang menyebabkan penundaan acara strategis tersebut.