Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ruang Redaksi – Sebuah peristiwa tragis menggemparkan warga Dusun Manurung, Desa Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat. Seorang pria tega menganiaya istri dan anak kandungnya sendiri menggunakan senjata tajam.

Akibat kejadian tersebut, sang istri yang berinisial S (40) tewas mengenaskan di halaman rumahnya. Sementara anak kandung pelaku yang masih berusia 7 tahun mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Kasi Humas Polres Mamuju Tengah, Ipda Edward, membenarkan adanya insiden berdarah yang melibatkan satu keluarga tersebut.

“Betul telah terjadi penganiayaan yang mana satu orang meninggal dunia, pelaku merupakan suaminya sendiri,” kata Ipda Edward saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).

Edward menambahkan, anak korban yang baru berusia 7 tahun saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Topoyo. Anak tersebut mengalami luka sabetan yang cukup serius di bagian punggung.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum bisa memastikan apa yang memicu tindakan keji pelaku terhadap keluarganya sendiri. Polisi masih fokus melakukan penyelidikan dan memburu pelaku.

“Untuk motifnya belum bisa kami sampaikan mengingat pelaku belum tertangkap,” jelas Edward.

Sesaat setelah melancarkan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini, personel Polres Mamuju Tengah dibantu oleh warga setempat tengah menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat pelarian pelaku.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan ke pihak berwajib jika melihat atau mengetahui keberadaan pria dengan ciri-ciri mencurigakan di sekitar wilayah tersebut.

“Kami meminta kepada masyarakat yang menemukan atau melihat pelaku agar segera melaporkannya ke pihak berwajib,” tegasnya.

Sementara itu, jenazah korban S sempat dibawa ke RSUD Topoyo untuk keperluan pemeriksaan. Saat ini, jasad korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka di Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, untuk dimakamkan.