Ruang Redaksi – Suasana pelepasan jamaah calon haji kloter 11 asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, diwarnai isak tangis haru. Di antara ratusan jamaah, sosok M Alif Akbar menjadi pusat perhatian. Remaja berusia 17 tahun ini tercatat sebagai jamaah calon haji termuda dari daerahnya.
Namun, keberangkatan Alif ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan ibadah biasa. Ia hadir di sana untuk memenuhi impian sang ibunda, almarhumah Muliana, yang meninggal dunia karena sakit pada tahun 2022 silam.
Saat langkah kakinya keluar dari gedung menuju bus yang akan membawanya menuju embarkasi makassar pertahanan Alif runtuh. Air mata remaja kelahiran 24 Januari 2009 ini tumpah tak terbendung. Bayangan sang ibu yang seharusnya duduk di kursi tersebut terus terngiang di benaknya.
Melihat momen emosional tersebut, ribuan warga yang memadati lokasi pelepasan spontan memberikan sorakan semangat. Mereka menguatkan pemuda asal Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo ini agar tetap tegar menjalankan rukun Islam kelima tersebut.
Kepada awak media, siswa kelas 2 MAN 2 Polewali Mandar ini mengungkapkan perasaannya yang berkecamuk. Ia mengaku berada di antara rasa syukur yang luar biasa dan kesedihan yang mendalam.
“Perasaan saya campur aduk. Senang bisa berangkat haji di usia muda, tapi di balik itu saya sangat sedih. Seharusnya ibu saya yang duduk di sini, namun Allah SWT telah memanggilnya lebih dulu,” ujar Alif.
Alif mengaku sama sekali tidak menyangka akan menunaikan ibadah haji di usia yang masih sangat belia. Ia berangkat mendampingi nenek dan saudara dari pihak ibunya.
Menyadari ibadah haji memerlukan fisik yang kuat, Alif telah melakukan persiapan matang jauh sebelum jadwal keberangkatan. Selain menjaga kesehatan, ia rutin berolahraga agar bisa menjalani seluruh rangkaian ibadah di Mekkah dan Madinah dengan lancar.
Kini, langkah Alif menuju Baitullah bukan hanya membawa doa untuk dirinya sendiri, melainkan membawa amanah dan rindu yang ia titipkan untuk almarhumah ibunda di depan Ka’bah nanti.




