Ruang Redaksi – Komunitas Sahabat Penyu kembali mengukuhkan komitmen pelestarian biota laut melalui gelaran Festival Penyu Mampie 2026. Dengan mengangkat tema besar “Menjaga Jejak, Mewariskan Samudera”, ajang tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di kawasan ikonik Rumah Penyu, Pantai Mampie, Krcamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Festival ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan telah bertransformasi menjadi magnet wisata berbasis konservasi yang mulai mencuri perhatian pelancong mancanegara.
Ketua Panitia dari Sahabat Penyu, Askar Alqadri, menegaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah menciptakan gerakan nyata yang inklusif. Menurutnya, festival ini dirancang untuk menyatukan edukasi lingkungan dengan napas kearifan lokal.
“Melalui tema tahun ini, kami ingin mengajak semua pihak untuk tidak hanya menikmati keindahan laut, tetapi juga bertanggung jawab dalam menjaga jejak keberlanjutannya untuk generasi mendatang,” ujar Askar.
Beberapa agenda utama yang diprediksi akan menyedot animo pengunjung antara lain:
Pelepasan Tukik: Momen puncak kembalinya bayi penyu ke habitat alami.
Workshop Edukasi: Literasi ekosistem laut bagi generasi muda.
Aksi Bersih Pantai: Gerakan kolektif menjaga kebersihan pesisir Mampie.
Pentas Seni Budaya: Pertunjukan yang menampilkan identitas tradisional masyarakat pesisir Mandar.
Selain aspek lingkungan, Festival Penyu Mampie 2026 diproyeksikan menjadi mesin penggerak ekonomi bagi warga sekitar. Kehadiran ribuan wisatawan memberikan panggung bagi pelaku UMKM lokal, mulai dari kuliner khas Mandar hingga produk kerajinan kreatif pesisir.
Kabupaten Polewali Mandar kini memposisikan Pantai Mampie sebagai destinasi unggulan dalam peta pariwisata berkelanjutan di Sulawesi Barat. Kawasan Rumah Penyu sendiri dikenal sebagai zona aktif perlindungan telur penyu yang menjadi simbol harapan keberlangsungan hayati di Selat Makassar.
Dengan persiapan yang matang, Sahabat Penyu optimis festival tahun ini dapat memperkuat posisi Mampie sebagai destinasi wisata konservasi berstandar internasional, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut.




