Ruang Redaksi – Arus kunjungan warga ke Pasar Sentral Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mengalami lonjakan signifikan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pada Jumat (13/3/2026),

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ratusan warga terlihat memadati lapak pakaian bekas untuk berburu kebutuhan sandang lebaran.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari berbagai lapisan usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Komoditas yang paling banyak diburu meliputi baju koko, kemeja, jubah, serta alas kaki seperti sandal dan sepatu.

Salah seorang pembeli, Fahruddin Wahab, menyatakan bahwa dirinya sengaja memilih pakaian bekas (thrifting) karena faktor kualitas dan harga yang kompetitif. Menurutnya, meskipun berstatus barang bekas, material kain yang ditemukan di pasar ini seringkali lebih unggul dibandingkan pakaian baru dengan harga setara.

“Saya beli jubah untuk persiapan lebaran. Di sini pilihannya bagus-bagus dan harganya jauh lebih murah. Kualitas baju bekas ini beda, terasa lebih bagus dibanding baju baru di kisaran harga yang sama,” ujar Fahruddin di sela kegiatannya memilah pakaian sebelum waktu shalat Jumat.

Kondisi ini memberikan dampak positif terhadap pendapatan para pedagang. Sabir, salah satu penjual pakaian bekas, mengungkapkan adanya kenaikan omzet hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

“Ada peningkatan dibanding hari-hari biasanya. Kalau hari normal pendapatan sekitar Rp1 juta, menjelang hari raya ini bisa tembus Rp2 juta per hari. Memang menjelang bulan suci selalu ramai pembeli,” kata Sabir.

Pedagang asal Sidrap yang juga rutin berjualan di wilayah Enrekang dan Bone ini menambahkan, puncak kepadatan pembeli diprediksi akan terjadi pada hari-hari terakhir menjelang lebaran, atau sekitar Selasa mendatang. Selain pakaian formal untuk hari raya, jenis pakaian santai seperti kaos dan celana denim juga tetap menjadi item yang paling dicari warga.