Ruang Redaksi – Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, memantau langsung pelaksanaan Uji Kompetensi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkup Pemerintah Kabupaten Polman, di Lab Komputer, SMP 4 Polewali, Rabu (17/12/2025).
Kehadiran orang nomor satu di Polman ini bertujuan untuk memastikan proses ujian kompetensi bagi para Kepala Dinas berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi.
Didampingi oleh Wakil Bupati Polman, Sekretaris Daerah dan tim Panitia Seleksi (Pansel), Bupati berkeliling meninjau ruangan ujian.
Bupati Polman, Samsul Mahmud, mengatakan, bahwa rotasi dan pengisian jabatan strategis kali ini didasarkan sepenuhnya pada rekam jejak dan kemampuan teknis para pejabat.
“Tujuannya ini bagaimana kita bisa menentukan, Kompetensi mereka sesuai dengan jabatan OPD yang ada di Polewali Mandar,” kata Samsul Mahmud saat ditemui di sela-sela pemantauan.
Uji kompetensi ini diikuti oleh 24 Kepala Dinas yang diproyeksikan untuk mengisi posisi-posisi krusial di Pemkab Polman. Bupati menyebutkan ada beberapa sektor yang menjadi perhatian utama dalam pergeseran jabatan kali ini.
“Kita akan sesuaikan dengan kapasitasnya, sesuai dengan kemampuannya supaya lebih maksimal, apalagi banyak program bapak presiden yang tentunya OPD harus cepat dan tanggap untuk menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto, apalagi sekarang anggaran terbatas,” ujarnya.
Diharapkan, hasil dari uji kompetensi ini dapat segera diumumkan agar pelantikan pejabat baru bisa dilakukan dalam waktu dekat guna mengoptimalkan serapan anggaran tahun depan.
Sebelumnya, Gerbong mutasi dan penyegaran birokrasi di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mulai menunjukkan pergerakan.
Ada sekitar 24 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) atau setingkat Kepala Dinas terpantau mengikuti Ujian Kompetensi Pratama, Rabu (17/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di aula Lab Komputer, SMP 4 Polewali ini dilakukan sebagai syarat mutlak bagi para pejabat yang ingin mengisi posisi strategis atau berpindah posisi dalam rangka penyegaran organisasi.
Materi ujian meliputi pembuatan makalah, hingga wawancara mendalam. Fokus utama penilaian tahun ini kabarnya menitikberatkan pada Kemampuan Inovasi, Bagaimana pejabat mampu menciptakan terobosan di tengah keterbatasan anggaran.




