Ruang Redaksi – Semangat gotong royong membara di Dusun Beddo, Desa Bulo. Ratusan warga Desa Lenggo turun ke jalan, bersinergi dengan personel Kodim 1402/Polman untuk memulai tahapan Pra-TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127, Minggu (1/2/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Aksi kerja bakti ini difokuskan pada pembersihan akses jalan poros Lenggo-Bulo. Jalur ini merupakan urat nadi perekonomian dan akses utama bagi masyarakat Desa Lenggo menuju ibu kota kecamatan yang selama ini kondisinya sulit dilalui akibat semak belukar dan medan yang menantang.

Meski secara administratif lokasi pengerjaan berada di wilayah Desa Bulo, namun manfaat terbesarnya dirasakan langsung oleh warga Desa Lenggo. Hal inilah yang memicu antusiasme luar biasa dari warga setempat.

Kepala Dusun Silolokang, Ahmad, mengungkapkan bahwa kehadiran TNI melalui program TMMD ini adalah jawaban dari doa masyarakat yang sudah lama mendambakan akses jalan yang layak.

“Jalan ini adalah satu-satunya akses kami menuju pusat kecamatan. Selama ini kami kesulitan, maka saat mendengar jalan ini jadi sasaran TMMD, warga secara sukarela langsung turun membantu TNI. Ini sangat kami harapkan,” tegas Ahmad dengan nada haru.

Pasiops Kodim 1402/Polman, Kapten Inf Ahmad Yani, yang memimpin langsung jalannya Pra-TMMD, mengaku terkesan dengan sambutan hangat masyarakat. Menurutnya, kerja bakti ini bukan sekadar membersihkan jalan, tapi membangun ikatan emosional antara prajurit dan warga.

“Antusiasme warga Desa Lenggo luar biasa. Sejak hari pertama, mereka sudah bahu-membahu bersama anggota kami. Jalan yang dibersihkan ini adalah sasaran fisik utama yang akan membuka isolasi wilayah mereka,” ujar Kapten Inf Ahmad Yani.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan program TMMD. “Kami berharap kemanunggalan ini terus terjaga hingga program selesai, sehingga percepatan pembangunan infrastruktur di pedesaan ini bisa tercapai tepat waktu,” imbuhnya.

Pra-TMMD ke-127 ini merupakan langkah akselerasi sebelum pelaksanaan TMMD secara resmi dibuka. Dengan dimulainya pembersihan badan jalan lebih awal, diharapkan alat berat dan material pembangunan dapat masuk ke lokasi sasaran tanpa hambatan berarti.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata hadirnya negara melalui TNI dalam mendukung pembangunan di daerah terpencil, sekaligus melestarikan budaya gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.