Ruang Redaksi — Perum Bulog Kantor Cabang Polewali Mandar (Polman) memastikan stok beras di wilayah kerjanya tetap aman meski ancaman kemarau panjang akibat El Nino masih membayangi. Saat ini, cadangan beras yang tersimpan di gudang mencapai 32 ribu ton dan diperkirakan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 11 bulan ke depan.
Ratusan ribu ton persediaan beras tersebut tersebar dan tersimpan rapat di tiga kompleks gudang utama yang berada di Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Polman, Haidir Alamsyah, menyampaikan bahwa melimpahnya cadangan pangan ini tidak lepas dari keberhasilan program penyerapan gabah petani yang melampaui target tahunan. Dari target penyerapan 58 ribu ton pada tahun 2026, Bulog Polman berhasil merealisasikan serapan hingga 68 ribu ton atau setara dengan 116 persen.
“Realisasi penyerapan gabah kita sudah mencapai 68 ribu ton dari target awal 58 ribu ton. Artinya sudah melampaui 100 persen,” kata Haidir, Kamis (8/10/2026).

Haidir menjelaskan, strategi utama dalam memenuhi target tersebut adalah dengan memperluas jangkauan penyerapan melalui jaringan mitra Bulog. Selain mengandalkan hasil panen petani lokal Polewali Mandar, pihak Bulog juga aktif menyerap gabah dari daerah-daerah sekitar seperti Kabupaten Pinrang dan Sidrap.
“Porsi penyerapan kita berimbang, sekitar 50 persen diserap dari petani lokal Polman dan 50 persen sisanya kita datangkan dari daerah sekitar untuk memenuhi target cadangan beras,” jelasnya.
Selain untuk menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi dampak kemarau panjang, stok beras yang melimpah ini siap didistribusikan untuk program Bantuan Pangan pemerintah. Bulog Polman dijadwalkan menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per Penerima Manfaat (PM) untuk alokasi tiga bulan ke depan, yakni Oktober, November, dan Desember.
Hingga saat ini, Bulog Polman memastikan proses pengadaan dan pasokan gabah dari mitra petani berjalan lancar tanpa kendala berarti.




