Ruang Redaksi — Dampak kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mulai dirasakan oleh sektor pendidikan dan keagamaan. Salah satunya dialami oleh Pondok Pesantren Al Ihsan Kanang, yang menaungi 1.016 santri dan santriwati.
Menghadapi krisis air bersih tersebut, Kodim 1402/Polman bergerak cepat bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polewali Mandar untuk menyalurkan bantuan air bersih langsung ke kompleks pondok pesantren, Rabu (30/9/2026).
Bantuan air bersih ini diperoleh dari pasokan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Polewali. Proses distribusi dilakukan menggunakan kendaraan taktis water tank milik Kodim 1402/Polman dan BPBD, kemudian ditampung di bak penampungan pesantren guna mencukupi kebutuhan harian para santri.
Komandan Kodim (Dandim) 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin, mengungkapkan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk respons cepat atas laporan kesulitan air bersih yang dialami masyarakat dan fasilitas umum akibat kemarau panjang.
“Dampak kemarau panjang ini, sebagian wilayah sudah mulai mengalami kesulitan air bersih. Kita bekerja sama dengan PDAM dan BPBD untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang sudah sangat membutuhkan,” ujar Letkol Inf Ikhwan Arifin.
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus mengoptimalkan sumber daya yang ada guna meringankan beban warga terdampak kekeringan.
“Hari ini kita salurkan air bersih menggunakan water tank milik Kodim dan BPBD untuk Pondok Pesantren Al Ihsan Kanang. Dengan kemampuan yang ada, kami berusaha hadir membantu masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al Ihsan Kanang, Nasrullah, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi tanggap darurat yang ditunjukkan oleh Kodim 1402/Polman dan BPBD Polewali Mandar.
Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan elemen vital untuk menunjang kelancaran aktivitas harian ribuan santrinya di tengah situasi kekeringan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kodim 1402/Polman bersama BPBD yang telah memberikan bantuan ini. Jumlah santri dan santriwati kami mencapai 1.016 orang, sehingga bantuan ini tentu sangat membantu keberlangsungan aktivitas di pesantren,” ungkap Nasrullah.
Ia berharap bantuan yang disalurkan tidak hanya meringankan beban operasional pesantren, tetapi juga membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat dalam aksi sosial tersebut.
Dengan adanya kolaborasi lintas instansi ini, aktivitas harian ribuan santri di Pondok Pesantren Al Ihsan Kanang diharapkan dapat tetap berjalan normal di tengah tantangan musim kemarau panjang.




