Ruang Redaksi — Keresahan kini melanda masyarakat akibat masih berlakunya pemadaman listrik bergilir yang dilakukan oleh PLN. Durasi pemadaman dan jadwal yang sering berubah dinilai merugikan warga, ditambah belum adanya kejelasan pasti mengenai kapan situasi pemadaman ini akan berakhir.
Menanggapi keluhan tersebut, PT PLN (Persero) menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga keandalan pasokan listrik pada sistem Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah (Sulbagsel) di tengah berbagai tantangan operasional pembangki
Tantangan ini muncul akibat fenomena El Nino yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air di wilayah tangkapan Danau Poso, Sulawesi Tengah.
Berdasarkan keterangan rilis yang diterima dari PLN, pada Sabtu (7/10/2026), saat ini kemampuan pasok Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso tercatat sebesar 200 MW, menurun dari kondisi normal sebesar 515 MW.
Kondisi ini menjadi tantangan signifikan bagi sistem Sulbagsel, mengingat PLTA berkontribusi lebih dari 30 persen terhadap total pasokan listrik sistem.
Selain faktor cuaca, tantangan sistem kelistrikan turut bertambah karena pembangkit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto sedang mengalami pemeliharaan. Hal ini semakin menambah tantangan dalam menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik di Sulbagsel.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PLN melakukan sejumlah langkah cepat, seperti melakukan percepatan pemulihan pembangkit serta optimalisasi unit pembangkit yang tersedia.
Selain itu, PLN juga menjalin koordinasi intensif dengan seluruh pengelola pembangkit dan pemangku kepentingan terkait. Serta memantau perkembangan pekerjaan teknis pada PLTU Moramo dan PLTU Palu 3 agar dapat segera kembali mendukung pasokan listrik setelah memenuhi aspek keselamatan dan kesiapan operasional.
Di sisi lain, PLN bersama para pemangku kepentingan terus mendukung pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang telah berlangsung sejak 21 Oktober 2026.
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan potensi hujan di wilayah tangkapan air Danau Poso sehingga ketersediaan air bagi operasional PLTA diharapkan dapat berangsur membaik.
PLN memahami bahwa kondisi kelistrikan saat ini berdampak pada kenyamanan masyarakat. Oleh karena itu, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Seluruh petugas dan tim teknis terus bekerja secara optimal untuk mempercepat pemulihan pembangkit dan menjaga keandalan pasokan listrik.
Melalui situasi ini, PLN juga mengajak masyarakat untuk menggunakan listrik secara bijak dan efisien, serta turut mendukung proses pemulihan sistem kelistrikan Sulbagsel.




