Ruang Redaksi — Suasana alun-alun Kota Polewali meluap oleh antusiasme warga pada Senin malam (17/8/2026). Ratusan pengunjung memadati kawasan tersebut untuk menghadiri Malam Ramah Tamah sekaligus Festival UMKM yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Acara semarak tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Polewali Mandar (Polman) Samsul Mahmud, Wakil Bupati Polman Andi Nursami Masdar, jajaran Forkopimda, para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pimpinan BUMN se-Kabupaten Polewali Mandar. Rangkaian kuliner khas daerah hingga kreasi modern menjadi daya tarik utama yang diserbu masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Polman Samsul Mahmud menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pejuang, Pemerintah Kabupaten Polman menyerahkan bantuan kepada 246 veteran di Rumah Jabatan Bupati. Bantuan tersebut menyasar para pejuang veteran, termasuk lansia berusia 80 hingga 90 tahun serta generasi penerus pejuang.

“Ini adalah bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah. Kami akan selalu men-support sesuai dengan kemampuan daerah,” ujar Samsul Mahmud.

Di tengah tantangan kondisi fiskal daerah yang terbatas, Samsul menegaskan bahwa pemerintah berfokus pada skala prioritas, peningkatan pelayanan publik, dan penguatan ekonomi kerakyatan melalui sektor UMKM. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi hambatan, melainkan pemacu lahirnya inovasi dan kreativitas.

“Visi-misi kami jelas, bagaimana UMKM ini kita dukung penuh. Jika pemerintah, perbankan, swasta, dan seluruh elemen masyarakat berkolaborasi dan bersinergi, tantangan apa pun bisa kita atasi demi terwujudnya Polman yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tegasnya.

Ratusan pengunjung padati stand UMKM di Alun alun kota Polewali. (Foto: Asyhar)

Menariknya, Bupati juga menyisipkan pesan persatuan dengan analogi yang santai namun bermakna mendalam terkait keberagaman baju yang dikenakan para pejabat malam itu. Samsul berseloroh mengenai perbedaan warna pakaian mulai dari baju kekuningan yang dikenakannya, nuansa merah Wakil Bupati, hingga pakaian para asisten dan Sekda.

“Pelangi itu indah karena warnanya banyak. Boleh kita berbeda pilihan dan latar belakang, tetapi tujuan kita tetap satu Polewali Mandar yang lebih baik,” tuturnya.

Ia juga memuji karakter unik masyarakat Polewali Mandar yang sangat terbuka, saling menghargai, serta menjunjung tinggi tradisi kearifan lokal seperti perayaan Maulid Nabi sebagai simbol kebersamaan.

Malam Ramah Tamah dan Festival UMKM ini ditutup dengan ramah tamah bersama seluruh jajaran pejabat dan warga, menegaskan komitmen Pemkab Polman dalam mendorong kebangkitan ekonomi lokal berbasis kemasyarakatan.