Ruang Redaksi — Aksi kepedulian ditunjukkan oleh gabungan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Mereka menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga korban musibah kebakaran hebat di Kelurahan Limboro, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jumat (7/8/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kebakaran yang melanda wilayah tersebut menghanguskan satu unit rumah panggung hingga rata dengan tanah. Duka mendalam menyelimuti lokasi kejadian karena insiden tersebut merenggut tiga nyawa yang merupakan satu keluarga.

Korban meninggal dunia dalam peristiwa tragis ini adalah Mursalim (73) yang merupakan kepala keluarga sekaligus pemilik rumah, Nurlinah (80) Istri, serta Nurhalim (17) anak.

Dalam aksi sosial ini, tim SPPI & SPPG se-Kabupaten Polman menyerahkan secara langsung bantuan donasi berupa uang tunai sebesar Rp12.170.000 kepada anak kandung korban bernama Masnuriani.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Polewali Mandar, Muhammad Yusuf, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban. Ia menjelaskan bahwa penggalangan dana ini merupakan bentuk solidaritas dan empati dari seluruh jajaran SPPI dan SPPG di wilayah Polewali Mandar.

“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan rekan-rekan SPPI dan mitra SPPG se-Kabupaten Polman untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Limboro. Kami menggalang donasi ini secara swadaya dan bersama-sama,” ujar Yusuf.

Ia berharap bantuan uang tunai tersebut dapat sedikit meringankan beban dan kebutuhan darurat keluarga yang ditinggalkan.

“Tentu tidak ada yang bisa menggantikan duka atas kehilangan anggota keluarga, namun kami berharap kehadiran dan sedikit bantuan ini dapat memberikan penguatan moral serta meringankan beban musibah yang dialami,” ungkapnya.

Selain menyerahkan papan donasi secara simbolis, para anggota relawan SPPI & SPPG juga melihat puing kebakaran dan membentangkan spanduk bertuliskan “Penyaluran Donasi Bencana Kebakaran Limboro” di lokasi kejadian sebagai bentuk empati dan solidaritas atas musibah kemanusiaan tersebut.