Ruang Redaksi – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026 di SD Negeri 066 Pekkabata, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, diwarnai pemandangan hangat. Puluhan siswa baru datang ke sekolah tidak hanya diantar oleh ibu mereka, melainkan didampingi langsung oleh sang ayah yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kehadiran para abdi negara ini merupakan bentuk nyata dalam menyukseskan Gerakan “Ayah Antar Anak” yang diinisiasi langsung oleh Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Surat Edaran (SE) Bupati.

Sebelum para siswa memasuki ruang kelas, Kepala Sekolah SDN 066 Pekkabata secara simbolis melakukan prosesi gunting pita sebagai tanda dimulainya tahun ajaran baru. Kedatangan puluhan anak-anak ini pun disambut dengan riang gembira oleh para guru yang sudah berbaris rapi di depan gerbang.

Menariknya, kebijakan pro-keluarga yang dikeluarkan oleh Bupati Polewali Mandar ini tidak sekadar imbauan di atas kertas. Pemerintah daerah memastikan hak-hak kedisiplinan ASN tetap terjaga dengan menyediakan sistem yang adaptif.

Masrullah, salah satu orang tua siswa yang memanfaatkan kebijakan ini, mengungkapkan bahwa sistem absensi digital milik pemkab telah memfasilitasi gerakan ini agar ASN bisa mengantar anak tanpa takut dianggap bolos kerja.

“Memang ada toleransi sesuai Surat Edaran Bapak Bupati. Di aplikasi absensi itu sudah disediakan menu khusus di mana kami statusnya tercatat sebagai ‘Tugas Luar’. Jadi, insya Allah kami tetap hadir secara presensi,” kata Masrullah saat ditemui di lokasi sekolah.

Bagi Masrullah, momentum mengantarkan anak di hari pertama sekolah merupakan langkah krusial untuk membangun mental dan semangat belajar anak sejak dini. Ia menilai, figur ayah harus mengambil peran aktif dalam transisi pendidikan anak-anak mereka.

Dukungan Psikologis: Kehadiran ayah memberikan rasa aman dan percaya diri bagi anak saat beradaptasi di lingkungan baru.

Proaktif dalam Pendidikan: Menjadi ruang bagi kepala keluarga untuk mengawal langsung kesiapan anak mengenyam pendidikan yang lebih tinggi.

“Kami hadir mengantar anak yang perdana masuk sekolah ini sebagai wujud nyata mendukung edaran Bupati. Ini juga bagian dari gerakan di mana kami selaku ayah harus lebih proaktif memberikan semangat kepada anak-anak kita,” pungkas Masrullah.