Ruang Redaksi – Tim SAR Gabungan terus berpacu dengan waktu dalam misi kemanusiaan mencari dua anak yang dilaporkan hilang terseret arus di Sungai Maloso, Desa Katumbangan, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.
Memasuki hari kedua pencarian pada Sabtu (6/6/2026), wilayah penyisiran kini resmi diperluas mulai dari Lokasi Kejadian Perkara (LKP) hingga ke area muara sungai. kedua korban yang masih dalam pencarian tersebut diketahui bernama Humairah (7) dan Dermawan (6).
Operasi pencarian dimulai sejak pagi buta, tepatnya pukul 07.00 WITA. Untuk memaksimalkan pergerakan, Tim SAR Gabungan membagi personel ke dalam dua regu penyelamat.
Regu darat melakukan penyisiran dengan berjalan kaki menyusuri pinggiran sungai sejauh kurang lebih 4 kilometer. Sementara Regu air mengerahkan dua unit perahu karet dibantu perahu milik warga setempat untuk menyisir aliran sungai hingga ke arah muara.
Kanit Basarnas Polman, Ibrahim, menjelaskan bahwa perluasan wilayah ini dilakukan demi membuka segala kemungkinan keberadaan korban.
“Hari kedua pencarian, kita perluas wilayahnya dengan menyusuri sungai dari LKP hingga ke muara sungai,” ujar Ibrahim saat ditemui di lokasi pencarian, Sabtu (6/6/2026).
Meski pencarian dilakukan secara masif, tim dilapangan harus berhadapan dengan medan sungai yang cukup sulit. Banyaknya material alami yang hanyut menjadi tantangan tersendiri bagi perahu karet maupun personel yang bertugas.
“Kendala di sungai saat ini adalah banyaknya sisa dahan kayu, bambu, dan batang kelapa. Namun, upaya pencarian tetap kita maksimalkan,” tegas Ibrahim.
Beruntung, kekuatan personel mendapat amunisi baru. Tim SAR Gabungan mendapatkan bantuan tenaga dari relawan Komunitas Pecinta Alam (KPA) Sandeq yang ikut terjun ke lokasi.
Hingga pukul 10.30 WITA, upaya penyisiran belum membuahkan hasil. Tanda-tanda keberadaan Humairah dan Dermawan masih belum ditemukan. Kendati demikian, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Pemadam Kebakaran Polman, BPBD Polman, Brimob, Polairud, TNI, serta masyarakat dan relawan KPA Sandeq berkomitmen untuk terus melakukan pencarian hingga batas waktu pukul 17.00 WITA.
Sebelumnya, Sebanyak 3 orang anak dilaporkan terseret arus saat berenang di Sungai Maloso, Desa Katumbangan, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jumat (5/6/2026).
Akibat dari kejadian tersebut, satu orang anak meninggal dunia, dua selamat, dan dua lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Fausiah Rafifa (6). Sementara dua korban yang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian adalah Humairah (7) dan Dermawan (6).
Peristiwa itu bermula saat kelima bocah tersebut berenang di sungai sekitar pukul 11.00 WITA. Diduga akibat kelelahan, para korban mulai hanyut terbawa arus sungai.
Dua anak, yakni Fatimah (6) dan Zakia (6), berhasil menepi ke pinggir sungai lalu melapor ke warga sekitar. Warga sempat melakukan pencarian mandiri dan menemukan satu korban (Fausiah) sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Lantaran dua korban lain belum ditemukan, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Unit Siaga SAR (USS) Polman pada untuk meminta bantuan evakuasi.




