Ruang Redaksi – Sebanyak tiga orang bocah terseret arus saat berenang di Sungai Mapilli, di Desa Katumbangan, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada Jumat (5/6/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Akibat peristiwa memilukan ini, satu anak ditemukan meninggal dunia, dua anak berhasil selamat, sementara dua lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Fausiah Rafifa (6). Sementara dua korban yang masih dalam pencarian adalah Humairah (7) dan Dermawan (6).

Kepala Desa Katumbangan, Nuranda, membeberkan bahwa kejadian bermula saat bocah tersebut bermain di sekitar sungai selepas pulang sekolah. Mereka membawa bekal makanan ke area tersebut. Namun, situasi berubah mencekam saat beberapa dari mereka memutuskan untuk turun ke air.

“Empat anak pergi ke sungai, sedangkan dua lainnya hanya menjaga sepeda di atas. Dari empat anak yang ke sungai itu, tiga langsung mandi dan satu anak hanya bermain air di pinggiran,” ujar Nuranda kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).

Nahas, diduga akibat kelelahan, anak-anak yang berada di tengah sungai mulai terseret arus yang deras. Melihat rekan-rekannya hanyut, satu bocah yang berada di pinggir sungai langsung berlari mencari bantuan.

Dua korban selamat, yakni Fatimah (6) dan Zakia (6), berhasil menepi secara mandiri dan segera melapor ke warga sekitar. Warga yang bergerak cepat melakukan pencarian awal akhirnya menemukan Fausiah Rafifa (6) sekitar 1 kilometer dari lokasi awal, namun kondisinya sudah tidak bernyawa.

Sungai Mapilli sendiri dikenal warga setempat sebagai kawasan yang rawan karena sering munculnya predator air. Kendati demikian, pihak pemerintah desa belum bisa menyimpulkan adanya keterlibatan serangan hewan liar tersebut.

“Memang semua warga sekitar sudah tahu kalau di sana tempatnya buaya. Tapi kami tidak tahu apakah karena buaya atau bukan. Untuk sementara, indikasinya murni tenggelam karena kelelahan,” jelas Nuranda.

Lantaran dua korban lainnya belum ditemukan, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Unit Siaga SAR (USS) Polman untuk meminta bantuan evakuasi. Tim Rescue USS Polman bersama BPBD Polman dan TNI-Polri langsung diterjunkan dengan menggunakan perahu karet serta menyusuri bantaran sungai.

Kanit Basarnas Polman, Ibrahim, menjelaskan bahwa tim gabungan telah menyisir aliran sungai sejauh 1 kilometer hingga Jumat sore pukul 17.00 WITA, namun hasilnya masih nihil.

“Kendala utama yang kami hadapi di lapangan adalah kondisi arus sungai yang cukup deras. Selain itu, banyak jeram alami berupa tumpukan ranting dan batang kelapa yang hanyut di sungai. Kondisi ini cukup membahayakan tim saat proses pencarian,” ungkap Ibrahim.

Mengingat waktu yang sudah malam dan jarak pandang yang terbatas, operasi SAR untuk sementara dihentikan pada pukul 17.00 WITA dan akan dimaksimalkan kembali esok hari.

“Proses pencarian akan kami lanjutkan besok pagi. Kami akan kembali menurunkan perahu karet, menyusuri sepanjang sungai, dan radius pencarian akan kami perluas hingga ke arah muara,” pungkas Ibrahim.