Ruang Redaksi – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, memicu bencana tanah longsor di Desa Katimbang, Kecamatan Matangnga, Jumat (15/5/2026) sore.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tebing setinggi belasan meter longsor dan menutup akses utama serta merusak pemukiman warga.

Material longsor setinggi lutut orang dewasa menutupi jalan poros yang menghubungkan Desa Rangoang menuju Kelurahan Matangnga sepanjang kurang lebih 30 meter. Akibatnya, transportasi darat lumpuh total. Kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sementara pengendara motor terpaksa bergotong-royong memikul kendaraan mereka untuk melewati tumpukan lumpur.

“Jalan poros kecamatan tidak bisa diakses sama sekali. Kendaraan mobil tertahan, bahkan motor pun harus dipikul warga. Saat ini kami sangat membutuhkan bantuan alat berat,” ujar Misbah, salah seorang warga setempat saat dihubungi via telepon.

Putusnya jalan ini juga menghambat mobilitas warga menuju berbagai fasilitas umum penting di pusat kecamatan, termasuk Kantor Camat, Balai Penyuluhan, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga sekolah.

Selain memutus jalan, material longsor berupa tanah dan lumpur menghantam empat rumah warga. Salah satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup parah pada bagian dinding setelah dihantam material longsor.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum tebing benar-benar runtuh.

“Ada satu rumah yang dindingnya roboh dihantam lumpur. Pemiliknya sudah mengungsi karena lumpur masuk ke dalam rumah setinggi lutut, jadi tidak bisa ditempati lagi,” tambah Misbah.

Petugas dan warga sekitar gotong royong angkat motor lewati material longsor. (Foto: Istimewa)

Menanggapi bencana ini, Anggota DPRD Polman, Aksan Maula, menyatakan bahwa longsor terjadi di beberapa titik di wilayah Kecamatan Matangnga. Namun, upaya evakuasi material hingga Jumat malam belum bisa dilakukan karena keterbatasan armada.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Dinas PU Kabupaten Polman. Kemungkinan pembersihan baru bisa dilakukan besok pagi. Kendalanya, alat berat di kabupaten tidak ada yang dalam posisi stand by,” jelas legislator dari Fraksi Golkar tersebut.

Aksan menambahkan, pihaknya juga telah meminta Dinas PU untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, mengingat status jalan poros Matangnga berada di bawah kewenangan wilayah provinsi.

“Kami juga menerima informasi ada titik longsor lain sebelum masuk wilayah Rangoang. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi,” tutupnya.

Hingga saat ini, warga terdampak masih mengungsi di rumah kerabat terdekat sembari menunggu kedatangan alat berat untuk membuka kembali isolasi wilayah mereka