Ruang Redaksi – Tim kesehatan hewan dari Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Pertanian Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mulai bergerak melakukan pemeriksaan kesehatan intensif terhadap empat ekor sapi kurban Bantuan Masyarakat (Banmas) dari Presiden RI, Kamis (7/5/2026).
Langkah ini diambil setelah keempat sapi berukuran jumbo tersebut resmi dinyatakan lolos seleksi akhir untuk dikurbankan pada Idul Adha 1447 H mendatang. Petugas mendatangi langsung lokasi peternakan di Kecamatan Wonomulyo untuk memastikan kondisi fisik dan status bebas parasit hewan-hewan tersebut.
Keempat sapi yang terpilih memiliki bobot yang fantastis dan berasal dari peternak lokal di beberapa desa di Wonomulyo. Berikut rinciannya:
1. Bagong (Limosin): Bobot 1.150 kg, milik Muh Nur (Desa Sumberjo).
2. Bima (Simental): Bobot 1.053 kg, milik Iskandar Ngani (Desa Sugihwaras).
3. Blecki (Brangus): Bobot 1.011 kg, milik Muhammad Yusuf (Desa Bumimulyo).
4. Arjuna (Simental): Bobot 960,3 kg, milik Andrian Hendri P (Desa Sugihwaras).
Nantinya, keempat sapi ini akan didistribusikan ke wilayah berbeda, yakni masing-masing satu ekor untuk Kabupaten Majene, Polman, dan Mamasa, serta satu ekor lainnya akan dibawa ke tingkat Provinsi Sulawesi Barat.
Kepala UPTD Puskeswan Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Pertanian Polman, Isnaniah Bagenda, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan prosedur wajib meski seleksi awal telah dilakukan. Fokus utama petugas adalah kesehatan fisik dan pengecekan parasit internal.
“Hari ini dari UPTD Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Polewali Mandar bersama Dinas Provinsi Sulawesi Barat, kami melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara fisik pada empat ekor sapi bantuan presiden untuk kurban tahun 2026,” ujar Isnaniah Bagenda.
Ia merincikan bahwa pemeriksaan kali ini dilakukan lebih mendalam guna menjamin kelayakan hewan kurban bagi masyarakat.
“Jadi yang pertama setelah ditentukan 4 ekor yang akan dijadikan hewan kurban oleh bapak Presiden RI, kami dari UPTD kesehatan hewan kemudian melakukan pemeriksaan fisik,” ungkapnya.

“Tentunya pada saat proses seleksi juga sudah dilakukan tetapi di proses kali ini juga dilakukan hal yang sama secara fisik apakah sapi-sapi tersebut memang layak untuk di kurbankan dalam hal ini sehat tentunya, dan yang kedua pemeriksaan terhadap parasit internal atau cacing,” tambahnya.
Berdasarkan pengamatan kasat mata di lapangan, tim kesehatan memberikan sinyal positif terkait kondisi keempat sapi tersebut. Namun, hasil akhir yang bersifat ilmiah masih menunggu uji laboratorium.
“Dari keempatnya semuanya sangat baik dan sangat layak untuk di kurbankan tapi kita masih menunggu hasil pemeriksaan hasil laboratorium untuk pemeriksaan feses dan diharapkan hasilnya juga sehat semuanya,” pungkas Isnaniah.
Pemeriksaan ini menjadi jaminan bagi masyarakat penerima manfaat bahwa bantuan sapi dari Presiden tidak hanya besar secara ukuran, namun juga aman dan sehat sesuai syariat untuk dikonsumsi.




