Ruang Redaksi – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, selama beberapa jam mengakibatkan banjir di sejumlah titik di Kecamatan Polewali pada Senin (27/5/2026). Akibatnya, puluhan rumah warga terendam dan akses jalan utama sempat tersendat.
Luapan air mulai memasuki pemukiman warga sejak sore hari. Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 50 centimeter, atau setara dengan lutut orang dewasa. Kondisi ini memaksa warga bergerak cepat menyelamatkan perabotan dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi agar tidak rusak terendam air.
Salah seorang warga terdampak, Ros, mengungkapkan bahwa wilayahnya memang menjadi langganan banjir setiap kali hujan lebat turun. Namun, kali ini debit air dirasa cukup besar dan cepat naik.
“Sejak sore tadi hujan sangat lebat. Air langsung meluap dan masuk ke rumah-rumah. Banjir seperti ini sudah sering terjadi kalau hujan deras, tapi ini termasuk yang cukup parah,” ujar Ros saat ditemui di lokasi kejadian.
Selain faktor cuaca, warga menuding buruknya sistem drainase di wilayah Kecamatan Polewali sebagai penyebab utama air tidak mengalir lancar.
Selain itu, warga juga menyoroti pembangunan plat duiker (gorong-gorong pelat) di area tersebut yang dianggap tidak efisien.
Pembangunan plat duiker tersebut dinilai terlalu tinggi, sehingga bukannya mengalirkan air, konstruksi tersebut justru menghambat laju air dan menyebabkan luapan ke pemukiman warga.
Dampak banjir tidak hanya dirasakan di pemukiman, tetapi juga melumpuhkan aktivitas di Jalan Trans Sulawesi. Genangan air yang cukup dalam di badan jalan membuat arus lalu lintas dari kedua arah tersendat.
Banyak pengendara roda dua maupun roda empat yang nekat menerobos genangan air akhirnya mengalami mogok mesin di tengah jalan. Sejumlah relawan dan warga sekitar tampak membantu mendorong kendaraan yang terjebak di tengah kepungan banjir.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar segera melakukan evaluasi terhadap sistem pembuangan air dan meninjau kembali proyek infrastruktur yang dianggap menghambat aliran air.
Hingga berita ini diturunkan, hujan di wilayah Polewali Mandar mulai mereda, warga mulai membersihkan rumah mereka dari sisa banjir, meski demikian warga masih tetap waspada akan adanya banjir kiriman mengingat cuaca yang masih mendung.




