Ruang Redaksi – Perum Bulog Cabang Polewali Mandar (Polman) tancap gas mengawali tahun 2026 dengan memperkuat sinergi bersama para mitra penggilingan. Langkah ini dilakukan melalui rapat koordinasi intensif guna mematangkan strategi penyerapan gabah dan beras petani lokal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rapat yang dihadiri oleh pengurus Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) serta pemangku kepentingan terkait lainnya ini menjadi sinyal positif bagi ekosistem pertanian di wilayah Mandar.

Tahun ini, Bulog Polman mematok target penyerapan yang cukup ambisius. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 51.575 ton gabah diproyeksikan masuk ke gudang-gudang Bulog sepanjang tahun 2026.

Target ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan cadangan pangan nasional tetap aman di tengah dinamika pasar global.

Sebagai langkah konkret, Bulog Polman melakukan penyerapan perdana di Kecamatan Luyo. Wilayah ini dipilih karena dinilai memiliki potensi panen yang siap dukung pasokan awal tahun.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Polman, Hadir Alamsyah, mengatakan skema penyerapan gabah tahun 2026 masih mengacu pada pola tahun sebelumnya. Harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP) tetap ditetapkan Rp6.500 per kilogram,

“Secara prinsip hampir sama dengan 2025. Harga GKP tetap Rp6.500 per kilogram untuk seluruh kualitas. Perbedaannya, tahun 2026 ada penegasan bahwa gabah yang diserap harus sudah memasuki usia panen,”ujarnya.

Selain membahas teknis penjemputan gabah, rapat tersebut juga menyoroti standarisasi kualitas beras agar mampu bersaing dan layak konsumsi.

Pihak Perpadi menyambut baik koordinasi ini, mengingat kepastian serapan oleh Bulog memberikan ketenangan bagi para pengusaha penggilingan dan petani di lapangan.

Dengan dimulainya pergerakan di Luyo, Bulog berharap kecamatan-kecamatan lain di Polewali Mandar segera menyusul seiring dengan datangnya musim panen raya.