Ruang Redaksi — Pembukaan festival Tipalayo Music Fest 2026 berlangsung meriah di Sport Center Stadion S. Mengga, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada Jumat malam (16/10/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Acara diawali dengan penampilan menggemaskan dari para Polisi Cilik (Pocil) TK Kemala Bhayangkari. Dengan seragam khas Polri, anak-anak tersebut tampil antusias memainkan drum band yang menyedot perhatian para tamu undangan dan pengunjung.

Event yang digagas oleh Tipalayo Entertainment ini dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Polman, Andi Masri Masdar. Pembukaan turut didampingi oleh Camat Polewali, Lurah Manding, Kapolsek Polewali, serta Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari.

Tipalayo Music Fest 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua pekan penuh, mulai 16 hingga 31 Oktober 2026. Berbagai ajang dan hiburan disiapkan untuk merangkul semua kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.

Rangkaian acara festival meliputi, Pameran UMKM & Kuliner, Fashion Show, Lomba Mewarnai, Lomba Nyanyi Pop & Dangdut, Olahraga Bersama (Senam Poundfit & Zumba Party), Konser Musik Puncak (Menampilkan Adista Band).

Tipalayo Music Fest 2026 Resmi di Buka. (Foto: Asyhar)

Ketua Panitia Tipalayo Music Fest 2026, Syahrir Rahman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak dan instansi yang mendukung terselenggaranya acara ini. Menurutnya, festival ini digagas sebagai momentum memperingati Hari Sumpah Pemuda pada Oktober 2026.

“Kami ingi memberikan wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri. Bukan hanya geliat seni yang ingin kita bangun selama 16 hari ke depan, tetapi juga ekonomi kreatif. Kami ingin mengajak para pemuda untuk berkontribusi aktif bagi daerahnya,” ujar Syahrir.

Sementara itu, Asisten II Pemkab Polman, Andi Masri Masdar, mengapresiasi tinggi inisiatif para pemuda yang tergabung dalam Tipalayo Entertainment. Ia menekankan dua poin utama dari penyelenggaraan ajang ini, yaitu kebangkitan pemuda dan kebangkitan UMKM.

“Kita ingin pemuda Polewali Mandar terus melahirkan karya-karya baru, bukan sekadar meniru atau membawakan karya orang lain. Panggung ini disediakan agar lahir musisi-musisi anyar yang kelak mengharumkan nama daerah di kancah nasional,” tegas Andi Masri.

Selain itu, ia menilai kehadiran tenant UMKM di lokasi acara menjadi pendorong utama roda perekonomian lokal.

“UMKM adalah roda penggerak ekonomi daerah. Melalui event seperti ini, kesejahteraan masyarakat dapat terus ditingkatkan,” tambahnya seraya mengenang pengalamannya aktif membuat festival musik dan model di Polman puluhan tahun silam.

Di akhir sambutannya, Andi Masri mengajak seluruh seniman dan pemusik Polewali Mandar untuk memanfaatkan panggung Tipalayo Music Fest 2026 sebaik-baiknya sebagai sarana unjuk bakat dan apresiasi seni.