Ruang Redaksi – Kebakaran melanda kawasan permukiman di Dusun Masanra, Desa Bonne-Bonne, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada Ahad (14/6/2026) pagi.
Akibat peristiwa ini, seorang lansia dilaporkan mengalami luka bakar dan dua unit rumah warga rusak.
Laporan kebakaran diterima oleh posko UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polman sekitar pukul 08.30 WITA dari seorang warga bernama Nursyam Natsir. Api diduga kuat berasal dari kelalaian domestik (aktivitas rumah tangga), namun penyebab pasti kebakaran masih diselidiki oleh pihak kepolisian.
Kepala UPTD Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Polman, Imran, mengatakan bahwa pihaknya langsung menetapkan status prioritas penanganan utama dan mengerahkan Regu B ke lokasi kejadian karena titik api berada di kawasan padat penduduk.
“Kami menerapkan strategi kepungan lintas posko dengan mengerahkan total 5 unit armada pemadam kebakaran serta 25 personel taktis agar perambatan api bisa diputus secepat mungkin,” kata Imran dalam keterangan tertulisnya, Minggu.
Armada gabungan yang diterjunkan ke lokasi terdiri dari 3 unit dari Pos Induk Polewali, 1 unit dari Pos Pembantu Kecamatan Wonomulyo, dan 1 unit dari Pos Pembantu Kecamatan Campalagian.
Petugas tiba di lokasi dengan waktu tanggap (response time) selama 15 menit. Di lapangan, tim gabungan menerapkan metode pemadaman ilmiah terukur, meliputi teknik pendinginan (cooling), penyelimutan (smothering), urai materiil, hingga pemutusan rantai unsur api klasifikasi A dan C. Kobaran api berhasil dipadamkan total setelah proses penanganan selama kurang lebih satu jam.
Berdasarkan hasil asesmen pasca-kebakaran, dampak kerusakan materiil meliputi 1 unit rumah warga mengalami Rusak Berat (RB) dan 1 unit rumah lainnya mengalami Rusak Sedang (RS). Total kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Musibah ini juga menelan satu korban luka, yakni Kumma (70 tahun). Korban mengalami luka bakar saat berupaya menyelamatkan diri dari kobaran api dan langsung dievakuasi oleh petugas untuk mendapatkan perawatan medis.
Atas kejadian ini, Imran mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan rumah tangga.
“Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi kita semua untuk selalu waspada dan menghindari segala bentuk kelalaian di dalam rumah yang memicu bahaya kebakaran,” pungkas Imran.




