Ruang Redaksi – Prestasi membanggakan diukir oleh remaja asal Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, dalam kancah nasional. Sesya Afriza (16), sukses menyabet gelar Juara 1 Umum pada ajang trend model indonesia yang berlangsung di Jakarta, akhir November lalu.
Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan posisi Sesya sebagai salah satu talenta muda berbakat yang akan mewakili Indonesia di ajang internasional di Singapura pada Januari 2026 mendatang.
Dominasi di Panggung Nasional Siswi kelas 2 SMAN 1 Wonomulyo ini tampil memukau dengan menyisihkan pesaing dari 35 provinsi di Indonesia. Perjalanan putri dari pasangan Muh. Hasbi dan Fridayanti ini dimulai dari keberaniannya keluar dari zona nyaman di tingkat daerah.
“Awalnya coba-coba, tapi saya berpikir kalau hanya main di daerah, karir tidak berkembang. Saya ingin mencoba di tingkat provinsi, alhamdulillah menang dan lanjut mewakili Sulbar ke nasional,” ungkap Sesya.
Selain meraih gelar Juara 1 Umum, Sesya juga berhasil membawa pulang penghargaan Best Bakat. Di hadapan dewan juri, ia membawakan penampilan seni yang mengangkat kearifan lokal yakni tari Keke, Calo-calo, dan Rebana. Kedisiplinan serta keaktifannya selama masa karantina menjadi poin penentu bagi juri untuk meloloskannya hingga ke podium tertinggi.
Keputusan Sesya untuk tetap membawa nama Sulawesi Barat, meski memiliki peluang mewakili daerah lain, didasari rasa bangga terhadap tanah kelahirannya. Ia berharap nantinya prestasi yang ditorehkan di ajang Model Selection Mega Wedding dan Lifestyle 2026 ini dapat mengangkat citra Sulbar di mata nasional maupun internasional.
“Saya lahir di Sulbar, jadi ingin sekali mewakili daerah sendiri. Saatnya Sulbar dikenal luas,” tegasnya.
Pada 7 Januari 2026, Sesya dijadwalkan terbang ke Singapura untuk bersaing dengan perwakilan dari 15 hingga 20 negara dalam ajang Selection Mega Wedding dan Lifestyle 2026.
Ia bergabung dalam delegasi Indonesia bersama tiga perwakilan lainnya dari Sulawesi Selatan, Lampung, dan Bangka Belitung. Agenda kompetisi akan dimulai dengan sesi photoshoot pada 8 Januari dan babak Grand Final pada 9 Januari.
Sesya pun memohon doa restu dari masyarakat Sulawesi Barat, khususnya warga Polewali Mandar, agar perjuangannya di Singapura membuahkan hasil terbaik bagi Indonesia.




