Ruang Redaksi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-66 Kabupaten Polewali Mandar, Senin (29/12/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Momen bersejarah ini menjadi panggung bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman untuk memaparkan capaian gemilang di bawah kepemimpinan pasangan “ASSAMI”.

Dalam sambutannya, Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang kabupaten ini sejak dibentuk. Ia menekankan bahwa semangat juang para pendahulu harus tetap menjadi motor penggerak pembangunan melalui sinergi dan kerja keras.

“Perjalanan panjang ini adalah catatan sejarah kegigihan pendahulu kita. Semangat itu yang ingin terus kita tanamkan di jiwa masyarakat melalui kerja cerdas dan berkualitas demi kemajuan daerah,” kata Bupati Samsul Mahmud di hadapan Wakil Gubernur Sulbar dan para tamu undangan.

Salah satu kado terindah di hari jadi ke-66 ini adalah peningkatan signifikan pada aspek kesejahteraan masyarakat. Bupati memaparkan bahwa tepat 10 bulan setelah dilantik oleh Presiden RI pada Februari 2025, VISI “Polewali Mandar Sehat, Cerdas, dan Maju” mulai membuahkan hasil nyata.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Polman tercatat melonjak dari 69,88 di tahun 2024 menjadi 70,71 pada tahun 2025.

“Peningkatan ini membawa Polewali Mandar naik kelas, dari kategori IPM ‘Sedang’ menjadi kategori ‘Tinggi’,” tegas Bupati.

Penurunan Kemiskinan Terbesar di Sulbar Tak hanya IPM, indikator makro ekonomi lainnya juga menunjukkan tren positif.

Angka Kemiskinan: Turun signifikan dari 15,66% (2024) menjadi 14,02% (2025). Capaian ini menempatkan Polman sebagai kabupaten dengan penurunan kemiskinan paling progresif di Provinsi Sulawesi Barat.

Usia Harapan Hidup: Meningkat dari 71,08 tahun menjadi 71,46 tahun.

Kemandirian Sosial: Sebanyak 857 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH berhasil graduasi mandiri (keluar dari status pra-sejahtera) berdasarkan data Kementerian Sosial.

Hunian Layak: Pemkab telah menangani pembangunan 76 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui kolaborasi dana APBN dan APBD.

Diakhir sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder, mulai dari tokoh masyarakat, pimpinan partai politik, hingga jajaran Forkopimda yang telah bahu-membahu membangun daerah.

Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan harapan agar Kabupaten Polewali Mandar terus menjadi daerah yang senantiasa mengurusi rakyatnya, sesuai dengan kutipan filosofis “Polewali Mandar Dzitia Rannu Mannanungan”.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Barat, perwakilan Sulbar, jajaran Bupati se-Sulbar, serta tokoh-tokoh pembentuk kabupaten.