Ruang Redaksi — Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Kalibata, Jakarta, pada Minggu pagi (01/02/2026). Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga, resmi dilepas ke peristirahatan terakhirnya melalui upacara pemakaman militer yang penuh penghormatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Almarhum dimakamkan di makam kehormatan nasional sebagai bentuk penghargaan negara atas jasa-jasanya, termasuk kepemilikan Bintang Jasa yang disandangnya semasa hidup.

Upacara dimulai dengan prosesi penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada negara. Dentuman tembakan salto mengiringi penurunan peti jenazah ke liang lahat, menandai penghormatan tertinggi bagi purnawirawan jenderal berbintang dua tersebut.

Hadir dalam prosesi tersebut Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, bersama deretan pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, serta kerabat dekat. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata besarnya pengaruh dan kedekatan almarhum dengan rakyat, khususnya warga Sulawesi Barat.

Salim S. Mengga bukan sekadar politisi, ia adalah putra terbaik bangsa dengan rekam jejak yang gemilang. Alumnus AKABRI 1974 ini membangun karier panjang di TNI Angkatan Darat, khususnya di Kecabangan Kavaleri.

Puncak karier militernya tercatat saat ia menjabat sebagai Panglima Kodam XVI/Pattimura. Ketegasan dan kepemimpinannya di militer kemudian ia bawa ke ranah pengabdian masyarakat. Salim tercatat pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI (2009–2016) sebelum akhirnya mengabdikan diri sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat.

Sebelum diterbangkan ke Jakarta, almarhum menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Siloam Makassar pada Sabtu pagi (31/01/2026). Jenazah sempat disemayamkan di Mess Sulbar, Makassar, guna memberikan kesempatan bagi warga setempat untuk memberikan penghormatan.

“Sulawesi Barat kehilangan sosok pelayan publik yang tulus dan prajurit yang setia. Dedikasinya adalah warisan berharga bagi kami semua,” ungkap perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam pernyataan dukanya.

Kepergian Salim S. Mengga meninggalkan duka mendalam, namun pengabdian panjangnya di dunia militer dan politik akan terus dikenang sebagai inspirasi bagi generasi muda di Sulawesi Barat dan Indonesia.