Ruang Redaksi – Aksi penganiayaan berujung keributan terjadi di Jalan Pongtiku, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Kamis (22/10/2026) dini hari.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Seorang warga bernama Nasaruddin (23) menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal saat sedang asyik bermain PlayStation (PS). Insiden tersebut terjadi di kawasan Rental VIP PlayStation, tepatnya di seberang Rumah Sakit Mitra Mamuju.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat Nasaruddin, warga Jalan Andi Dai, Kelurahan Binanga, tengah menikmati permainan bersama temannya. Secara tiba-tiba, korban didatangi rombongan pria yang diperkirakan berjumlah sekitar 10 orang. Tanpa alasan yang jelas, kelompok tersebut langsung menganiaya korban lalu melarikan diri dari lokasi kejadian.

Menanggapi laporan warga, tim gabungan Polresta Mamuju yang terdiri dari personel Pamapta 1, piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Unit Reaksi Cepat (URC), serta piket fungsi langsung meluncur dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 02.50 WITA untuk melakukan penanganan awal.

Atas insiden ini, petugas kepolisian telah mendata identitas korban serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar TKP. Pihak kepolisian juga menyarankan korban untuk segera membuat laporan polisi (LP) resmi di SPKT Polresta Mamuju.

Selain melakukan tindakan awal, petugas turut memberikan imbauan ketat kepada pemilik tempat rental PlayStation agar memperketat pengawasan dan menjaga keamanan lingkungan, khususnya pada jam-jam rawan malam hingga dini hari.

Kasat Reskrim Polresta Mamuju, Kompol Agustinus Pigai, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait identitas para pelaku maupun motif di balik aksi pengeroyokan tersebut.

“Usai olah TKP awal dan penyampaian imbauan kamtibmas, personel kepolisian meninggalkan lokasi. Situasi di sekitar Jalan Pongtiku dilaporkan telah kembali aman dan kondusif,” ungkapnya.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri serta segera melaporkan potensi gangguan keamanan ke kantor polisi terdekat.