Ruang Redaksi – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Bidang Penanggulangan Bencana dan Narkotika, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulbar.
Apresiasi ini diberikan menyusul langkah cepat BNNP dalam mengungkap dan menggagalkan peredaran 1.400 butir ekstasi yang diduga kuat berasal dari jaringan narkoba antarpulau.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Narkotika BADKO HMI Sulbar, Ince Salsabila, mengatakan, bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen dan keseriusan BNNP Sulbar dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman laten narkotika.
Hebatnya, prestasi gemilang ini diraih di tengah keterbatasan sarana, prasarana, serta dukungan yang dimiliki oleh BNNP Sulbar. BADKO HMI menilai, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat juang aparat dalam memberantas peredaran gelap narkoba.
“Ini membuktikan bahwa semangat pemberantasan narkoba tidak boleh surut meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan. Oleh karena itu, sudah sepatutnya seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, memberikan perhatian dan dukungan yang lebih besar kepada BNNP Sulbar dalam menjalankan tugas strategis ini,” kata Salsabila melalui keterangan tertulis, yang diterima, Minggu (14/6/2026).
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi BNNP Sulbar yang hingga kini dinilai masih minim perhatian. Padahal, lembaga tersebut berada di garda terdepan dalam menjaga masa depan generasi muda dan ketahanan bangsa dari bahaya narkotika di bumi Malaqbi.
“Minimnya dukungan terhadap BNNP Sulbar harus menjadi perhatian bersama. Kami berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih, khususnya dalam penguatan kelembagaan dan program-program pencegahan narkotika di Sulawesi Barat,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret pencegahan, BADKO HMI Sulbar tidak hanya sekadar memberi apresiasi. Mereka juga mendorong seluruh instansi pemerintah di Sulbar untuk menunjukkan komitmen nyata dalam perang melawan narkoba melalui pelaksanaan tes urin secara berkala dan terbuka.
“Kami menantang seluruh instansi pemerintah di Sulawesi Barat untuk melaksanakan tes urin secara transparan. Nantinya, agenda ini dapat didampingi langsung oleh BNNP Sulbar bersama BADKO HMI Sulbar,” tegasnya.
Ia meluruskan bahwa tantangan ini bukan bertujuan mencari-cari kesalahan atau menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan birokrasi yang bersih dan berintegritas.
Menurutnya, perang terhadap narkoba harus dimulai dari semua lini tanpa terkecuali, di mana lingkungan pemerintahan wajib menjadi contoh (role model) bagi masyarakat luas.
“Jika kita serius ingin menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba, maka keberanian untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara terbuka harus dimulai dari diri kita sendiri, dari institusi yang mengemban amanah pelayanan publik. BADKO HMI Sulbar siap mengawal langkah tersebut demi terwujudnya Sulawesi Barat yang bersih dari narkoba (Bersinar),” pungkasnya.



