Ruang Redaksi – Aksi brutal kelompok geng motor memakan korban jiwa di Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Seorang remaja berinisial HU meninggal dunia usai diserang oleh kelompok geng motor bernama CMP Brutal pada Minggu (18/10) dini hari.
Insiden maut yang menyisakan duka mendalam ini memprotes keras keberadaan kelompok bermotor yang rupanya telah beroperasi bebas selama lebih dari tiga tahun di wilayah Polman.
Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian, Satuan Reserse Kriminal Polres Polman bergerak cepat meringkus para pelaku dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka utama.
Kejadian bermula saat korban HU yang sedang berboncengan dengan rekannya melintas dan mendahului rombongan geng motor CMP Brutal yang berkonvoi sekitar 10 sepeda motor. Tak terima didahului, aksi kejar-kejaran bernuansa intimidasi pun terjadi.
“Salah seorang terduga pelaku berinisial AM diduga memberikan perintah kepada anggota rombongan lainnya untuk mengejar korban,” ujar Kapolres Polman, AKBP Zaky Maghfur kepada awak media, Kamis (22/10/2026).
Saat posisi sepeda motor pelaku berhasil sejajar, pelaku menendang bodi kendaraannya yang membuat sepeda motor korban hilang kendali dan menghantam kursi beton di pinggir jalan.
HU menghembuskan napas terakhirnya setelah sempat dilarikan ke rumah sakit akibat luka berat di kepala. Sementara rekannya kritis dan mengalami patah tulang tangan serta patah tulang rahang.
Dari hasil penyelidikan, penyidik Polres Polman menetapkan tiga orang tersangka dengan peran berbeda, mulai dari provokator atau pemberi perintah hingga eksekutor yang menendang korban.
Selain tiga tersangka utama, polisi juga mengamankan dua pemuda lain yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam) di sekitar lokasi. Status hukum keduanya kini tengah diproses secara terpisah.
Satu di antara terduga pelaku diketahui masih berstatus di bawah umur, sehingga pembinaannya dilakukan sesuai dengan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) dan tidak ditampilkan saat konferensi pers.
Kasus maut ini membuka tabir keberadaan geng motor CMP Brutal yang disinyalir sudah eksis dan meresahkan warga Polman selama lebih dari tiga tahun. Meski polisi sempat menyita 34 unit sepeda motor dalam razia balap liar beberapa pekan sebelumnya, aksi anarkis kelompok ini nyatanya belum sepenuhnya meredam.
Menanggapi fenomena ini, Kapolres Polman menegaskan akan memperketat patroli skala besar hingga ke tingkat Polsek serta menindak tegas segala bentuk geng motor tanpa kompromi. Namun, ia mengingatkan bahwa benteng utama pencegahan ada di rumah.
“Kami mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anaknya, khususnya pada jam rawan malam hingga dini hari. Jangan biarkan generasi muda kita terlibat dalam aktivitas yang merusak masa depan dan mengancam nyawa orang lain,” tegas Zaky.
Polres Polman berharap pengungkapan kasus ini menjadi momentum bersama bagi aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memberantas aksi geng motor jalanan hingga ke akar-akarnya.




