Ruang Redaksi — Duka mendalam menyelimuti Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Tiga petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) gugur dalam kecelakaan tunggal saat menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Labakkang, pada Selasa (29/9/2026) lalu.
Ketiga pahlawan kemanusiaan yang gugur tersebut yakni Intje Irwan, Rusman Hadi, dan Jamaluddin. Selain menelan tiga korban jiwa, insiden tersebut juga menyebabkan empat petugas Damkar lainnya mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
BPJS Ketenagakerjaan memastikan seluruh biaya penanganan medis bagi empat korban luka ditanggung penuh melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).
Bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkep menyerahkan manfaat jaminan sosial kepada para ahli waris korban yang ditinggalkan.
Total santunan yang disalurkan mencapai Rp732 juta. Rinciannya mencakup santunan tunai kematian sebesar Rp210 juta serta manfaat beasiswa pendidikan bagi anak-anak almarhum senilai Rp522 juta.
Penyerahan klaim jaminan secara simbolis dilakukan langsung oleh Bupati Pangkep Muh. Yusran Lalogau bersama Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Dr. H. Safrizal ZA, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pangkep Muliyati Nasrun yang didampingi jajarannya, Akhmad Azhari.

“Beasiswa ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi anak-anak almarhum agar tetap bisa menganyam pendidikan hingga perguruan tinggi dan mengejar cita-cita mereka,” ujar Muliyati Nasrun di sela-sela penyerahan.
Bupati Pangkep Muh. Yusran Lalogau menyampaikan apresiasi dan belasungkawa setinggi-tingginya atas dedikasi para petugas yang mempertaruhkan nyawa demi keselamatan masyarakat.
“Santunan ini tentu tidak dapat menggantikan sosok suami, ayah, maupun rekan yang kita cintai. Namun, ini bentuk kehadiran negara untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan tidak berjuang sendirian,” ungkap Yusran.
Tragedi ini menjadi pengingat keras akan besarnya risiko profesi pemadam kebakaran di garis depan. Nama Intje Irwan, Rusman Hadi, dan Jamaluddin kini dikenang masyarakat Pangkep bukan sekadar sebagai korban kecelakaan, melainkan pahlawan yang gugur saat menunaikan tugas kemanusiaan.




