Ruang Redaksi — Aksi menggemaskan ratusan anak usia dini mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kota Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Kamis (13/8/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dinas Pendidikan Kabupaten Polman menggelar karnaval tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Kelompok Bermain (KB) yang sukses menyedot perhatian ribuan warga di sepanjang rute parade.

Sebanyak 42 lembaga pendidikan berpartisipasi aktif dalam ajang tahunan ini. Kemeriahan pawai makin semarak dengan konvoi 320 unit becak motor (bentor) hias, 22 mobil pick-up, hingga dua armada kendaraan hias berbentuk karakter kartun Tayo.

Para peserta tampil penuh totalitas. Bentor-bentor warga disulap menjadi beragam bentuk unik, mulai dari replika tank tempur, mobil polisi, perahu tradisional, pesawat terbang, hingga panggung pelaminan adat.

Tak kalah mencolok, para murid tampil percaya diri mengenakan busana yang mencerminkan cita-cita mereka. Deretan anak tampak gagah dalam balutan seragam TNI, Polri, Brimob, Dokter, hingga Perawat. Sebagian peserta lainnya tampil anggun mengenakan pakaian adat Nusantara, seperti busana khas Mandar, Bugis, hingga Jawa.

Meski di bawah sengatan terik matahari pagi, keceriaan anak-anak yang didampingi orang tua mereka tidak surut sedikit pun menyusuri jalanan Kota Polewali.

Andini, salah satu murid peserta karnaval, tampak bangga mengenakan seragam Brimob berukuran mini. Kepolosannya saat ditanya alasan memilih kostum tersebut mengundang senyum warga sekitar.

“Senang sekali bisa ikut karnaval. Pakai baju Brimob karena mau seperti Ayah,” tutur Andini polos di sela-sela kemeriahan acara.

Sejumlah peserta karnaval menggunakan pakaian adat dan pakain profesi (Foto: Asyhar)

Karnaval anak-anak ini rupanya tak sekadar menjadi pesta rakyat dan hiburan visual semata, tetapi juga menjadi pemantik roda perekonomian masyarakat lokal.

Kabid Paud Dinas Pendudikan Kabupaten Polman, M Ilyas, mengatakan, kegiatan karnaval ini digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 RI.

“Kegiatan ini diikuti oleh 46 satuan pendidikan dari TK dan kelompok bermain. Peserta ini dikawal oleh guru dan orangtua masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Seksi Lomba yang juga menjabat Kepala Dinas Perindagkop Polman, Agusnia Hasan Sulur, menyebutkan bahwa perputaran uang dari ajang ini diperkirakan mencapai setengah miliar rupiah.

“Luar biasa hari ini pergerakan ekonominya. Jika dihitung kasar, perputarannya bisa mencapai kurang lebih Rp500 juta,” ungkap Agusnia saat ditemui di lokasi acara.

Perputaran ekonomi tersebut bersumber dari jasa sewa dan dekorasi 320 unit bentor, sewa mobil pick-up, persewaan baju adat dan kostum profesi, hingga jajanan kuliner dan konsumsi selama kegiatan berlangsung.

Agusnia menegaskan, selain dampak ekonomi, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan rasa cinta tanah air sejak usia dini.

“Tujuannya memberikan semangat kepada anak-anak. Bukan hanya anak-anak yang semangat, tetapi orang tua, kakek, nenek, hingga seluruh masyarakat Polewali menikmati pertunjukan ini. Walaupun panas matahari menyengat, semangat anak-anak luar biasa. Ini cermin semangat kemerdekaan,” pungkasnya.