Ruang Redaksi – Insan pers di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga profesionalisme dan mengawal fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pembangunan daerah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Media Gathering Jurnalis Polman bertajuk “Mempererat Tali Silaturahmi, Menjaga Sinergi dan Profesionalisme” yang turut dihadiri kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Polewali Mandar, Nurcholis.

Hadirnya unsur aparat penegak hukum seperti Kejari Polman dalam forum ini memperkuat penekanan bahwa pengawasan pembangunan membutuhkan transparansi, penegakan hukum yang akuntabel, serta sinergi bersama media massa.

Dalam forum tersebut, pers dinilai tidak sekadar menjadi penyampai informasi publik, melainkan instrumen penting dalam memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan Pemkab Polman berjalan transparan, partisipatif, serta benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Ketua Panitia Kegiatan, Gazali, menekankan pentingnya independensi dan sikap kritis jurnalis yang berlandaskan fakta. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari tugas jurnalistik, selama disampaikan secara konstruktif.

“Pers bukan sekadar menyampaikan berita. Pers ikut menentukan bagaimana masyarakat memahami pembangunan dan bagaimana pemerintah mendengar suara rakyat,” tegas Gazali.

Ia menambahkan, hubungan antara pemerintah daerah dan media memang harus bersinergi, namun tetap berdiri di atas koridor keterbukaan dan profesionalisme. Media dituntut untuk seimbang menyuarakan aspirasi warga dan mengawal keberhasilan pembangunan, sembari tetap tajam menyoroti berbagai persoalan di lapangan.

Kritik yang dihadirkan pers, lanjut Gazali, harus berbasis data yang akurat agar mampu membuka ruang solusi bagi penyelesaian masalah daerah, bukan sekadar memicu polemik.

Guna memperdalam pemahaman terkait tantangan profesi tersebut, acara dilanjutkan dengan talkshow bertema “Peran Media dalam Pembangunan Daerah.” Sesi ini menjadi ruang dialog interaktif bagi para jurnalis untuk merefleksikan tantangan independensi dan integritas di tengah dinamika daerah.

Melalui kegiatan ini, jurnalis Polman berharap dapat memperkuat posisi pers sebagai pilar kontrol sosial yang objektif, sekaligus membangun pola komunikasi yang lebih produktif dan bermartabat dengan pemerintah daerah.