Ruang Redaksi — Tumpukan sampah kembali menghiasi pinggir Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Labasang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Rabu (23/6/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain merusak pemandangan, kondisi ini mulai dikeluhkan warga karena memicu bau busuk yang menyengat.

Pantauan di lokasi menunjukkan berbagai jenis sampah yang dibungkus plastik berserakan di sisi kiri jalan dari arah Polewali menuju Wonomulyo. Pemandangan tak sedap ini membentang hingga belasan meter.

Salah seorang warga setempat, Nana, mengungkapkan bahwa tumpukan sampah tersebut sudah dibiarkan telantar sejak empat hari lalu. Menurutnya, petugas kebersihan yang biasa rutin mengangkut sampah tak kunjung terlihat.

“Hari Minggu kemarin tidak sebanyak ini. Makin hari makin bertambah karena tidak pernah diangkut. Ini sangat mengganggu, selain tidak enak dipandang, kadang sampah ini menimbulkan bau busuk menyengat,” keluh Nana saat ditemui di lokasi, Rabu.

Nana menambahkan, sebagian besar sampah merupakan limbah rumah tangga. Mirisnya, sampah-sampah tersebut sengaja dibuang oleh pengendara yang melintas, bukan warga sekitar kawasan tersebut.

“Yang saya lihat, kadang yang datang buang sampah itu orang lewat naik motor, ada juga yang naik mobil. Kadang mereka buang siang hari, tapi sepertinya lebih banyak kalau malam,” ungkapnya.

Merespons kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Polman, Muh Faisal Kato, angkat bicara. Ia mengakui adanya keterlambatan pengangkutan di sejumlah titik lantaran sempat terjadi kendala teknis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kami sedang briefing untuk pengangkutan di Labasa. Kemarin sempat tertunda karena ada sedikit masalah di TPA Laliko, tetapi sekarang sudah selesai,” ujar Faisal saat dihubungi.

Faisal menjelaskan bahwa TPA Laliko saat ini dalam kondisi penuh (overcapacity). Pihaknya harus melakukan penataan lahan terlebih dahulu agar tidak memicu konflik dengan warga sekitar TPA.

“Kami sedang rapikan karena (TPA) penuh. Kami khawatir masyarakat setempat marah kalau kami langsung buang begitu saja. Jadi, kami mau gali lubang dulu, baru sampah-sampah ini kita masukkan ke sana,” jelasnya.

Faisal juga membenarkan bahwa kawasan Labasa kerap menjadi sasaran pembuangan sampah liar oleh oknum tidak bertanggung jawab. Pihaknya mengaku terus berupaya mencari solusi agar lokasi tersebut bersih permanen.

“Sampah di Labasa ini memang jadi masalah menahun karena kalau kita bersihkan hari ini, besok sudah ada lagi. Itu sampah kiriman yang sengaja dibuang di sana,” tuturnya.

Meski demikian, DLHK Polman menjamin armada kebersihan akan segera bergerak mengeksekusi tumpukan limbah tersebut agar aktivitas pengguna jalan tidak terganggu.

“Insyaallah besok sudah bersih kembali, karena setelah koordinasi dan briefing ini, teman-teman petugas pengangkut sampah langsung jalan ke lapangan,” pungkas Faisal.