Ruang Redaksi — Proses pencarian terhadap anak yang dilaporkan tenggelam di Sungai Maloso, Desa Katumbangan, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, menghadapi sejumlah kendala.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Arus sungai yang deras, kedalaman air, serta minimnya peralatan penyelaman yang canggih menjadi tantangan utama di lapangan.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Wakil Komandan Kompi (Wadanki) Kompi IV Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sulbar, Ipda Rasmadi, saat melakukan operasi pencarian dengan menyelam kedasar sungai bersama warga.

Ipda Rasmadi menjelaskan bahwa hari kedua pencarian tim di lapangan telah berupaya keras menyisir dasar sungai bersama warga setempat. Namun, kondisi alam di Sungai Maloso membuat proses penyelaman bawah air menjadi sangat berisiko dan sulit dilakukan.

“Tadi kami sempat menyelam bersama masyarakat, tapi kami terkendala karena arus sangat deras dan juga dalam. Kami coba (mengukur/menyelam) dengan tali dua meter namun sangat sulit karena faktor kedalaman. Kami tidak memiliki alat canggih, hanya menggunakan tali saja untuk menyelam,” ungkap Ipda Rasmadi.

Aksi penyelaman tradisional ini juga dibantu oleh sekitar 10 orang warga lokal yang memahami karakteristik sungai tersebut.

Guna memaksimalkan operasi kemanusiaan ini, Satuan Brimob Polda Sulbar telah mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 20 personel dari Kompi IV Yon A Pelopor diterjunkan langsung ke lokasi kejadian (LKK) untuk memperkuat Tim SAR Gabungan.

Mengingat sulitnya medan bawah air, strategi pencarian kini dibagi ke dalam beberapa metode, termasuk penyisiran lewat jalur darat.

“Kami upayakan pencarian di darat secara infanteri (penyisiran berjalan kaki) maupun penyisiran yang di aliran sungai,” tambah Rasmadi.

Ipda Rasmadi menegaskan pihaknya bersama seluruh unsur terkait akan terus memberikan upaya terbaik, meski hingga kini tanda-tanda keberadaan korban belum juga ditemukan.

“Kami sudah melakukan pencarian semaksimal mungkin, namun apa boleh buat, belum ada tanda-tanda dan korban belum ditemukan sampai hari ini. Tersisa dua orang (korban) yang masih dicari,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sebanyak 3 orang anak dilaporkan terseret arus saat berenang di Sungai Maloso, Desa Katumbangan, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jumat (5/6/2026).

Akibat dari kejadian tersebut, satu orang anak meninggal dunia, dua selamat, dan dua lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Fausiah Rafifa (6). Sementara dua korban yang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian adalah Humairah (7) dan Dermawan (6).

Peristiwa itu bermula saat kelima bocah tersebut berenang di sungai sekitar pukul 11.00 WITA. Diduga akibat kelelahan, para korban mulai hanyut terbawa arus sungai.

Dua anak, yakni Fatimah (6) dan Zakia (6), berhasil menepi ke pinggir sungai lalu melapor ke warga sekitar. Warga sempat melakukan pencarian mandiri dan menemukan satu korban (Fausiah) sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Lantaran dua korban lain belum ditemukan, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Unit Siaga SAR (USS) Polman pada untuk meminta bantuan evakuasi.