Ruang Redaksi – Sekelompok Orang tak dikenal (OTK) melakukan penyerangan secara membabi buta terhadap Pemuda yang nongkrong di halaman Masjid Al-Amin, Lingkungan Sederhana, Kelurahan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.
Aksi penyerangan itu terjadi usai ibadah shalat tarawih dilaksanakan, pada Kamis (18/2) lalu. Peristiwa yang terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) tersebut memperlihatkan suasana mencekam saat para pelaku mengejar remaja masjid hingga ke area dalam rumah ibadah.
Berdasarkan rekaman CCTV di lokasi kejadian, peristiwa bermula saat sejumlah remaja masjid sedang berkumpul dan beristirahat di pelataran Masjid Al-Amin setelah melaksanakan shalat tarawih. Secara tiba-tiba, puluhan pemuda menggunakan sepeda motor berhenti di depan masjid.
Tanpa alasan yang jelas, para pelaku langsung turun dari kendaraan sambil menghunuskan senjata tajam. Mereka merangsek masuk ke halaman masjid dan mengejar para remaja yang ada di sana.
Para remaja masjid kocar-kacir menyelamatkan diri. Beberapa di antaranya terpaksa melompati pagar masjid untuk menghindari sabetan senjata tajam para pelaku.
Salah seorang pemuda sempat mencoba melakukan perlawanan. Namun, karena kalah jumlah dan para pelaku dibekali senjata tajam, ia akhirnya memilih lari menyelamatkan diri untuk menghindari luka serius.
Aparat kepolisian dari Polsek Wonomulyo mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan mengamankan rekaman CCTV sebagai barang bukti utama untuk mengidentifikasi para pelaku.
Hingga saat ini, motif penyerangan tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
Aksi premanisme ini menimbulkan ketakutan mendalam bagi masyarakat setempat, terlebih insiden ini terjadi di tengah bulan suci Ramadhan. Warga merasa khawatir kejadian serupa akan memakan korban jiwa, mengingat beberapa bulan lalu sempat terjadi aksi serupa yang mengakibatkan seorang pemuda meninggal dunia akibat salah sasaran.
Salah remaja masjid, Mahatir, mengatakan jika ia tidak mengetahui pasti berapa jumlah orang yang melakukan penyerangan tersebut, namun ia memastikan jika sekelompok orang itu membawa senjata tajam.
“Jumlah mereka banyak, mereka datang naik motor, kita tidak tau apa masalahnya tiba-tiba saja mereka menyerang banyak yang bawa parang,” kata Mahatir kepada wartawan.
Menurutnya, saat kejadian ia bersama rekannya sedang duduk-duduk di pelataran masjid sembari menunggu waktu sahur, namun tiba-tiba mereka diserang.
“Saya sempat menemui mereka, saya bicara dengan mereka, mereka sempat mempertanyakan ada yang memukul temannya, mereka emosi langsung memukul,” ujarnya
Masyarakat sekitar berharap pihak kepolisian meningkatkan patroli rutin untuk melakukan penjagaan ketat saat jam ibadah tarawih hingga waktu sahur. Dan menangkap para pelaku agar memberikan efek jera terhadap geng motor dan aksi premanisme di Polman.




