Ruang Redaksi – Sebuah potret kemanusiaan terekam di sudut Kota Mamuju, Hj Fatmawati Salim, sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat kecil, menyambangi kediaman Saiful, seorang ayah tunanetra yang tengah berjuang membesarkan lima orang anaknya di sebuah rumah sederhana, Sabtu (14/2/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kunjungan istri almarhum Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga ini, bukan sekadar seremonial. Di sana, Fatmawati menyaksikan langsung bagaimana keteguhan seorang ayah yang kehilangan penglihatan dan kini harus menjadi “tulang punggung” sekaligus “ibu” bagi kelima buah hatinya setelah sang istri berpulang.

Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut. Fatmawati tak canggung duduk beralaskan lantai sederhana, berbincang hangat dengan Saiful mengenai kondisi kesehatan hingga kelanjutan pendidikan anak-anaknya.

“Bapak Saiful adalah sosok yang luar biasa kuat. Di tengah keterbatasan fisik, beliau tetap berdiri tegak demi masa depan anak-anaknya,” ujar Fatmawati di sela-sela kunjungannya.

Ia menegaskan bahwa kehadirannya tidak hanya untuk menyerahkan bantuan materi, tetapi memberikan suntikan semangat agar anak-anak Saiful tidak patah arang dalam mengejar cita-cita.

“Saya datang membawa sedikit bantuan, doa, dan semangat. Harapan saya satu, anak-anak ini harus tetap sekolah. Mereka adalah masa depan kita,” ungkapnya.

Mendengar dukungan tersebut, Saiful tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan suara lirih, ia menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh sosok yang selama ini ia kagumi dari jauh.

“Terima kasih atas kehadiran Ibu yang telah sudi melihat kondisi kami. Ini sangat berarti bagi kami sekeluarga. Semoga Allah membalas semua kebaikan Ibu,” ucap Saiful tulus.

Pemandangan menggetarkan hati terlihat saat anak-anak Saiful dengan mata berbinar menyambut bantuan yang diberikan. Kehadiran Fatmawati seolah membawa secercah cahaya di rumah yang selama ini dilingkupi kesunyian pasca-kepergian sang ibu.

Sebelum berpamitan, Fatmawati Salim menitipkan pesan mendalam kepada warga sekitar. Ia mengingatkan bahwa beban yang dipikul Saiful seharusnya menjadi perhatian kolektif lingkungan sekitar.

“Saya berharap tetangga dan warga sekitar bisa saling menjaga. Kita ini keluarga besar. Di dunia ini, tidak ada yang bisa bertahan sendirian tanpa dukungan sesama,” tegasnya menutup kunjungan.

Aksi nyata ini diharapkan dapat memicu gelombang kepedulian lebih luas bagi keluarga-keluarga rentan di Sulawesi Barat, khususnya di wilayah Mamuju.