Ruang Redaksi – Aksi pencurian menyasar pemukiman warga di Dusun Aka-Aka, Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar pada Kamis (5/3/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tidak tanggung-tanggung, pelaku membobol dua rumah yang saling berhadapan dalam waktu yang hampir bersamaan.

Total kerugian yang diderita kedua korban ditaksir mencapai Rp90 juta, meliputi perhiasan emas, uang tunai, hingga barang dagangan.

Berdasarkan keterangan polisi, aksi pencurian diduga terjadi sekitar pukul 05.00 WITA. Saat itu, kondisi kedua rumah sedang minim pengawasan karena pemiliknya tengah beraktivitas di luar.

Korban Pertama Arfah, (35) meninggalkan rumah sejak pukul 04.30 WITA untuk berjualan sayur di Pasar Wonomulyo, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp80 Juta, dengan rincian emas ±30 gram, uang tabungan Rp4 juta, uang tunai Rp900 ribu, 1 tabung gas 3kg.

Sementara Korban Kedua Muh. Sahrullah, (24) sedang berada di masjid untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah, mengalami kerugian sekitar Rp10 Juta uang tunai Rp800 ribu, 3 cincin emas, dan puluhan bungkus rokok dagangan.

Sepulangnya dari masjid, Sahrullah curiga melihat tas selempangnya yang semula di kamar berpindah ke area ruko. Setelah diperiksa, uang tunai di dalam tas hilang, ruko berantakan, dan sejumlah stok rokok dagangan raib. Ia kemudian segera mengecek rumah tetangganya, Arfah.

Polsek Wonomulyo yang dipimpin Panit Opsnal Reskrim IPTU Mulyono dan Pamapta II AIPTU Nuralim segera melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan pada siang hari.

Panit Opsnal Reskrim IPTU Mulyono mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah bahan keterangan (Pulbaket) dari saksi-saksi.

“Kami telah mengarahkan para korban untuk membuat laporan resmi di Mapolres Polewali Mandar guna proses penyelidikan lebih lanjut. Saat ini kami sedang mendalami bukti-bukti di lapangan untuk mengejar pelaku,” ungkap IPTU Mulyono.

Polisi menghimbau masyarakat Kabupaten Polewali Mandar, khususnya di wilayah Matakali dan Wonomulyo, agar meningkatkan kewaspadaan.

“Pastikan rumah dalam keadaan terkunci rapat saat ditinggal ibadah atau ke pasar. Jika memungkinkan, gunakan pengamanan tambahan seperti CCTV atau kunci ganda guna meminimalisir celah bagi pelaku kejahatan,” tutupnya.