Ruang Redaksi – Sebanyak 150 personel gabungan resmi diterjunkan untuk mengabdi di wilayah terpencil dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 di Desa Bulo, Kecamatan Bulog, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kekuatan ratusan personel ini disiapkan untuk menuntaskan berbagai sasaran fisik dan sosial selama kurung waktu 30 hari.

Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, membuka secara resmi kegiatan tersebut di Lapangan Sepak Bola Desa Bulo, Selasa (10/2/2026). Dalam upacara tersebut, Bupati secara simbolis menyematkan pin dan menyerahkan alat kerja kepada perwakilan personel sebagai tanda dimulainya operasi kemanunggalan tersebut.

Sebanyak 150 personel yang terlibat merupakan kolaborasi dari berbagai unsur, antara lain, Kodim 1402/Polman (64 orang), Yon TP 874/Vovasanggayu (50 orang), Lanal Mamuju (5 orang), Denzibangrem 142 Tatag (4 orang), Denkezyah Rem 142 Tatag (2 orang) Denhubrem 142 Tatag (2 orang), Penrem 142 Tatag, (1 orang), Detasemen AU Mamuju (2 Orang) Personel dari Polres Polman (16 orang) dan Berbagai dinas terkait di lingkungan Pemkab Polman (4 orang).

Bupati Samsul Mahmud menyempatkan diri mengecek langsung kesiapan barisan personel. Ia menekankan bahwa kehadiran fisik para prajurit di tengah masyarakat adalah kunci pembangunan.

“Kita sebagai pemerintah daerah sangat memberikan apresiasi dan terimakasih terhadap TNI yang memang wujud nyata dari kepedulian program yang dilaksanakan di Kabupaten Polewali Mandar,” kata Samsul Mahmud.

Menurutnya, TMMD adalah kegiatan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang ada di daerah terpencil, daerah yang terisolir dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan kemiskinan yang ada di daerah khususnya yang ada di daerah terpencil.

“Dukungan 150 personel dan anggaran APBD 1 Miliar ini diharapkan bisa menyelesaikan masalah di desa terluar yang selama ini viral karena aksesnya sulit. Kehadiran TNI-Polri dan Pemda harus membawa kebaikan nyata bagi warga Polman,” harap Bupati.

Sementara itu, Kepala Staf Korem (Kasrem) 142/Tatag, Kolonel Inf Abd Rahman, menjelaskan bahwa jumlah personel yang besar ini bukan sekadar untuk bekerja secara teknis, tetapi untuk membangun ikatan batin dengan warga lokal.

“Kita ada di dalam desa selama satu bulan bersama masyarakat. Mendekat secara emosional adalah tujuan utama. Hanya bersama masyarakat kita bisa kuat dalam sistem Sishankamrata,” tegas Kasrem.

Seluruh personel akan tinggal dan menetap di desa sasaran untuk menuntaskan target fisik seperti rabat beton 500 meter, talud, hingga rehabilitasi 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Selain memegang cangkul dan alat berat, personel gabungan ini juga membawa misi kemanusiaan. Mereka akan berjibaku memberikan bantuan makanan tambahan bagi 100 anak stunting di Desa Bulo, melakukan pengobatan gratis, serta mengadakan bazar murah untuk warga.