Ruang Redaksi – Sekretariat DPRD Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak kebakaran hebat di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa. Penyerahan bantuan berupa uang tunai dan pakaian layak pakai ini dilakukan langsung di lokasi pengungsian, Kamis (5/3/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rombongan dipimpin langsung oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Polman, Muhammad Akbar, didampingi Kepala Bagian Kehumasan, Imran, beserta jajaran staf sekretariat.

Kabag Humas DPRD Polman, Imran, menyatakan bahwa aksi sosial ini merupakan inisiatif spontan dari seluruh jajaran Sekretariat sebagai bentuk solidaritas terhadap musibah yang menimpa warga Galung Tulu.

“Kehadiran kami di sini murni atas dasar kemanusiaan. Kami merasakan duka yang dialami warga. Semoga bantuan yang tidak seberapa ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang diuji musibah,” ujar Imran di lokasi penyerahan bantuan.

Ia juga menambahkan bahwa pihak Sekretariat akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan dasar para penyintas tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Sebelumnya, musibah memilukan ini terjadi pada Rabu malam, sekira pukul 20.30 WITA. Saat sebagian besar warga sedang melaksanakan ibadah Salat Tarawih, api tiba-tiba muncul dan merambat dengan cepat. Dugaan awal menyebutkan api bersumber dari kompor salah satu rumah warga yang lupa dipadamkan.

Berdasarkan data terbaru dari Kepala BPBD Polman, Andi Chandra Sigit, dampak kebakaran ini tergolong sangat masif, total rumah terdampak 37 Unit, dengan rincian rusak parah (Rata dengan Tanah): 29 Rumah, rusak bera 5 rumah dan usak ringan 3 Rumah.

Tragisnya, musibah ini juga memakan korban jiwa. Seorang lansia berinisial M (61) dilaporkan meninggal dunia. Korban diduga mengalami serangan jantung akibat syok berat saat menyaksikan kediamannya hangus dilalap si jago merah.

Upaya pemadaman berlangsung dramatis selama hampir tiga jam. Sebanyak delapan unit mobil Damkar Pemkab Polman dikerahkan, dibantu dua unit armada dari Pemkab Majene. Petugas sempat berjibaku melawan api di tengah kendala akses jalan yang sempit dan kerumunan warga yang memadati lokasi.

Api baru benar-benar berhasil dipadamkan total pada pukul 23.50 WITA. Saat ini, sebanyak 173 jiwa terpaksa mengungsi di tenda-tenda darurat.

Kebutuhan akan logistik, makanan bayi, dan obat-obatan masih sangat tinggi di posko pengungsian. Bantuan dari berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun swasta, sangat diharapkan untuk mempercepat proses pemulihan para korban di Desa Galung Tulu.