Ruang Redaksi — Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) melalui Dinas Pertanian dan Pangan resmi menyalurkan 55 unit alat dan mesin pertanian (Alsintan) tahun anggaran 2025. Penyerahan bantuan dipusatkan di Kecamatan Wonomulyo, Sulawesi Barat, Senin (30/12/2025), sebagai langkah konkret mempercepat modernisasi sektor pertanian di wilayah tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penyaluran bantuan ini dihadiri langsung oleh Bupati Polman Samsul Mahmud, Anggota DPR RI Komisi IV Dapil Sulbar Ajbar, serta jajaran Dinas Pertanian dan Pangan beserta perwakilan kelompok tani penerima.

Total 55 unit bantuan yang diserahkan terdiri dari berbagai jenis mesin pendukung produktivitas, yakni 2 Unit Combine Harvester (Mesin Panen), 18 Unit Traktor Roda Empat, 2 Unit Traktor Roda Crawler, 33 Unit Traktor Roda Dua.

Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi pendanaan yang bersumber dari APBN melalui jalur aspirasi Anggota DPR RI Komisi IV, Ajbar, serta jalur reguler Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar.

Dalam sambutannya, Bupati Polman, Samsul Mahmud, dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa ketersediaan bantuan ini merupakan buah dari komunikasi aktif pemerintah daerah ke level pusat. Menurutnya, pemda terus menjemput bola demi memenuhi kebutuhan petani di lapangan.

“Bantuan ini tidak datang dengan sendirinya. Ini hasil kerja keras Pemerintah Kabupaten Polman dalam mengusulkan dukungan ke pusat, baik melalui jalur reguler maupun jalur aspirasi di DPR RI,” ungkapnya.

Samsul juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Anggota DPR RI Komisi IV atas sinergi yang terbangun. Ia berharap bantuan tersebut dikelola secara kolektif oleh kelompok tani secara bertanggung jawab.

Dengan penguatan mekanisasi ini, Pemkab Polman optimistis ketahanan pangan daerah akan semakin kokoh dan sektor pertanian mampu menjadi motor penggerak ekonomi utama bagi kesejahteraan petani di Polewali Mandar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Polman, Andi Afandi Rahman, menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar pemberian fisik, melainkan upaya strategis menyejahterakan petani melalui efisiensi.

“Penggunaan Alsintan secara optimal akan mempercepat proses budidaya, menekan biaya produksi, dan meningkatkan hasil pertanian. Kami berharap kelompok tani merawat mesin ini dengan baik agar masa pakainya panjang,” ujar Andi Afandi.