Komunitas JOL Polman Gelar Doa Bersama dan Bakar Lilin Duka Mendalam Gugurnya 3 Polisi di Lampung

Massa Aksi Doa Bersama Untuk 3 Polisi di Lampung Yang Gugur Saat Jalankan Tugas. (Foto: Asyhar)
banner 468x60

Polewali Mandar – Sejumlah masyarakat di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat yang tergabung dalam komunitas jaringan oposisi loyal (JOL) menggelar aksi damai dengan cara bakar lilin dan doa bersama di depan Mapolres Polewali Mandar.

Aksi tersebut dilakukan sebagai ungkapan rasa duka mendalam yang juga dirasakan oleh warga di Kabupaten Polewali Mandar,  Sulawesi Barat atas gugurnya 3 anggota polisi dalam menjalankan tugas di wilayah Waykanan Provinsi Lampung.

Bacaan Lainnya

Dalam aksi itu warga membakar lilin, baca puisi dan duduk melingkar dijalan sambil  menggelar doa bersama.

Aksi diawali dengan simbol pembakaran lilin yang dijejer setiap sudut halaman Mapolres Polman. Kemudian warga secara bergantian membacakan puisi dan diakhiri dengan menggelar doa bersama. Demi lancarnya kegiatan, aksi ini dijaga ketat oleh aparat dari kepolisian setempat.

Komunitas JOL Polman Gelar Aksi Bakar Lilin dan Doa Bersama di Depan Kantor Mapolres Polman. (Foto: Asyhar)

Ketua JOL, Lasuardi Arka mengatakan aksi ini sebagai bentuk solidaritas dan ucapan belasungkawa kepada tiga anggota polisi yang gugur dalam menjalankan tugas di wilayah Waykanan Provinsi Lampung.

“Aksi damai ini merupakan respon kami apa yang terjadi di negri ini, salah satunya dengan gugurnya tiga orang abdi negara kita saat menjalankan tugas, kehadiran kami disini dengan tagline besar yakni Mari kita sama sama berbenah, karena yang kami cari di negeri ini adalah kedamaian, tidak ada konflik antara masyarakat serta sesama lembaga,” kata Lasuardi, Kamis (20/03/2025).

Ia berharap agar kejadian ini merupakan yang terakhir kalinya. Kejadian  ini dijadikan pelajaran agar tidak terjadi lagi konflik antar sesama lembaga atau institusi.

“Kita bakar lilin sebagai tanda belasungkawa terhadap tiga abdi negara yang meninggal saat menjalankan tugas. Peristiwa ini menyakiti hati kami, karena yang kami pahami tidak ada seorangpun yang berhak menghilangkan nyawa orang lain, semoga ini jadi peristiwa yang terakhir tidak ada kejadian selanjutnya karena ini bisa merusak sistem di negeri ini,” ujarnya.

Sementara itu Wakapolres Polman Kompol Kemas Aidil Fitri mengaku sangat berterimakasih dengan adanya aksi damai ini. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh personel kepolisian untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Ia mengajak seluruh jajaran kepolisian untuk menjadikan insiden ini sebagai pembelajaran dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan strategi pengamanan di lapangan dalam melayani masyarakat.

“Aksi damai ini tentu jadi pengingat bagi kami untuk lebih berhati hati lagi saat menjalankan tugas untuk selalu memberikan kepercayaan kepada masyarakat,” ujarnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *