Ruang Redaksi – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Perindagkop-UKM) menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat transformasi digital pelaku usaha lokal.
Hal ini dibuktikan melalui partisipasi aktif dalam ajang Maradika QRIS Ramadan: UMKM BAIK, yang digelar meriah di Lapangan Pancasila Polewali, Minggu (22/2/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar pasar murah jelang Ramadan, melainkan strategi besar pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem UMKM sekaligus membiasakan masyarakat dengan transaksi non-tunai.
Hadir langsung meninjau lokasi, Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, berkeliling menyambangi sejumlah stan pameran, termasuk stan unggulan Dinas Perindagkop-UKM. Dalam kunjungannya, Bupati memberikan apresiasi tinggi terhadap lompatan kreativitas para pelaku usaha lokal.
“Inovasi yang ditampilkan hari ini membuktikan UMKM kita terus berkembang. Dengan peningkatan kualitas kemasan dan legalitas yang kita dampingi, produk Polman kini jauh lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Samsul Mahmud di sela-sela peninjauan.
Stan Dinas Perindagkop-UKM menjadi salah satu pusat perhatian dengan menampilkan berbagai produk hasil binaan, mulai dari Makanan ringan tradisional dengan kemasan modern, Inovasi minuman lokal yang siap masuk pasar ritel dan Kerajinan tangan (handicraft) dengan sentuhan desain kontemporer.
Selain promosi fisik, fokus utama kegiatan ini adalah penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Setiap transaksi didorong menggunakan sistem non-tunai guna mendukung percepatan digitalisasi ekonomi di Kabupaten Polewali Mandar.
Kepala Dinas Perindagkop-UKM Polman, Agusnia Hasan Sulur, menegaskan bahwa momentum menyambut bulan suci Ramadan adalah peluang strategis. Selain meningkatkan volume penjualan, ajang ini menjadi ruang edukasi bagi pelaku usaha agar lebih “melek” teknologi.
“Kami ingin memperluas akses pasar pelaku UMKM. Lewat Maradika QRIS Ramadan ini, kita tidak hanya memperkenalkan produk unggulan, tapi juga mempercepat transformasi digital di sektor perdagangan dan koperasi,” jelasnya.
Dengan partisipasi aktif ini, Pemkab Polman berharap UMKM benar-benar menjadi tulang punggung perekonomian daerah yang tangguh, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.




