Ruang Redaksi – Pelarian panjang ICH (27), otak di balik sindikat pencurian motor (curanmor) spesialis trail yang meresahkan warga Sulawesi Barat, akhirnya kandas. Residivis kelas kakap ini terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh Tim Resmob Polresta Mamuju setelah mencoba kabur saat disergap di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penangkapan ICH pada (26/3) merupakan puncak dari pengejaran maraton selama 15 hari melintasi tiga provinsi. ICH sebelumnya ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah tiga anak buahnya lebih dulu diringkus polisi.

Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi, mengungkapkan bahwa tersangka dikenal licin dan terus berpindah tempat untuk memutus jejak petugas.

“ICH adalah aktor intelektual sekaligus eksekutor utama. Pelariannya dimulai dari Mamuju menuju Palu (Sulteng), bergeser ke Gorontalo, hingga akhirnya terdeteksi di wilayah hukum Polres Kotamobagu,” ujar Kombes Pol Ferdyan dalam keterangannya.

Saat proses penangkapan, kata Kombes Pol Ferdyan pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur.

“Tersangka mencoba melarikan diri saat akan diamankan. Mengingat rekam jejaknya, tim melakukan pelumpuhan guna memastikan pelaku tidak lolos lagi,” ungkapnya.

Keberhasilan meringkus sang “kapten” membuka kotak pandora jaringan ini. Berdasarkan hasil pengembangan terbaru, polisi kembali menyita 12 unit sepeda motor tambahan sebagai barang bukti.

Secara akumulatif, total kendaraan yang berhasil diamankan dari kelompok ini mencapai 27 unit.

15 unit diamankan pada penangkapan awal tiga rekan ICH. 12 unit ditemukan melalui pengembangan hasil interogasi ICH. Mayoritas beraksi di Mamuju (Sulbar), namun 6 unit di antaranya teridentifikasi berasal dari Kabupaten Morowali (Sulteng).

“Ini murni sindikat lintas provinsi. Mereka tidak hanya jago memetakan sasaran di Sulawesi Barat, tapi jaringannya menembus hingga Sulawesi Tengah,” ungkap Kapolresta.

Dalam menjalankan aksinya, ICH dan kelompoknya mengandalkan kunci “Letter T” untuk membobol sistem kunci motor sasaran dalam hitungan detik. Berdasarkan rekonstruksi di beberapa TKP, ICH berperan ganda: sebagai pengendali yang mengatur strategi sekaligus eksekutor lapangan.

Saat ini, ICH telah dijebloskan ke sel tahanan Mapolresta Mamuju untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga tengah berkoordinasi dengan Polres Morowali terkait laporan pencurian di wilayah tersebut.

“Pengungkapan ini adalah komitmen kami untuk memberikan rasa aman. Polri tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat,” pungkas Ferdyan.