Ruang Redaksi — Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) membagikan ratusan masker gratis kepada para pelajar dan masyarakat umum pada Jumat (16/10/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Langkah ini diambil guna melindungi kesehatan para siswa dari paparan partikel halus PM2.5 yang berisiko memicu gangguan saluran pernapasan, akibat menghirup asap dari kebakaran hutan dan lahan.

Aksi tanggap darurat ini dipicu oleh buruknya kualitas udara di Kabupaten Polman dalam sepekan terakhir. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kegiatan pembagian masker dipusatkan di sejumlah sekolah yang berada di wilayah Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali.

Ketua Harian PMI Polman, M. Parid Wahid, menjelaskan bahwa penyaluran masker menyasar beberapa titik krusial, di antaranya, SD Negeri 066 Pekkabata, SD Negeri 028 Pekkabata dan SMP Negeri 3 Polewali.

Selain menyasar lingkungan sekolah, petugas PMI juga membagikan masker kepada para pengguna jalan dan pengendara yang melintas di depan Markas PMI Polman.

“Pembagian masker ini dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat karena kondisi udara yang kurang sehat. Kami khawatir kondisi ini berdampak buruk terhadap saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak,” ujar Parid.

Parid menegaskan bahwa para pelajar menjadi prioritas utama penanganan. Tingginya mobilitas dan aktivitas belajar mengajar di luar ruangan membuat kelompok anak-anak rentan terpapar ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

Menurutnya, penggunaan masker merupakan perlindungan paling sederhana namun efektif untuk meminimalkan risiko bahaya kabut asap saat beraktivitas di luar rumah.

Menyikapi kondisi ini, PMI Polman mengimbau pihak sekolah agar mewajibkan seluruh siswa hingga tenaga pendidik menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah.

“Kami mengimbau seluruh sekolah untuk menginstruksikan penggunaan masker. Masyarakat juga kami minta lebih waspada dan tetap menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar rumah,” tegasnya.

Aksi sosial ini melibatkan jajaran pengurus PMI Polman, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI, serta sejumlah staf Markas PMI Polman.