Ruang Redaksi – Bus penumpang Neo Trans yang mengangkut 26 orang mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Minggu (11/10/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya 21 orang mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Bus naas tersebut diketahui tengah menempuh perjalanan dari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menuju Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Berdasarkan data sementara, bus tersebut mengangkut total 26 orang yang terdiri dari 22 penumpang serta 4 awak bus (2 sopir dan 2 kernet).

Kecelakaan diduga kuat dipicu oleh pecahnya ban belakang sebelah kiri saat bus melaju di area tikungan. Akibatnya, kendaraan hilang keseimbangan, oleng, dan akhirnya terguling di badan jalan.

Dalam rekaman video amatir yang beredar, tampak sejumlah korban tergeletak di jalan dengan luka-luka. Warga sekitar bersama pengendara yang melintas langsung berhenti di lokasi untuk mengevakuasi para korban dari dalam bangkai bus.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas ini. Seluruh korban luka telah berhasil dievakuasi ke RS Regional Sulawesi Barat dan RS Bhayangkara Mamuju. Luka Berat 6 orang, Luka Sedang 8 orang, Luka Ringan 7 orang dan Selamat (Tanpa Cedera) 5 orang.

“Korban yang dirawat di Rumah Sakit Regional Mamuju ada sekitar 13 orang. Untuk anak-anak tidak ada yang mengalami luka parah, semuanya luka ringan,” ujar Kasat Lantas Polresta Mamuju, AKP Agussalim, Minggu (11/10/2026).

Pihak kepolisian dari Polresta Mamuju telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengamankan barang bukti.

Sopir bus yang hanya mengalami luka ringan saat ini telah diamankan oleh kepolisian. Namun, proses pemeriksaan mendalam masih ditunda lantaran pengemudi masih dalam kondisi trauma.

“Untuk informasi awal berdasarkan bukti di lapangan, kami simpulkan kecelakaan terjadi akibat pecah ban sebelah kiri sehingga bus terguling. Sopir sementara kami tahan untuk dimintai keterangan, namun pemeriksaan awal masih ditunda karena yang bersangkutan masih trauma,” jelas AKP Agussalim.

Pihak Satlantas Polresta Mamuju juga menegaskan akan terus melakukan pendalaman, termasuk memeriksa saksi-saksi dari pihak penumpang serta memanggil pengelola perusahaan otobus (PO Bus) guna memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun tindak pidana dalam insiden ini.