Ruang Redaksi – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Senin (28/9/2026) dini hari.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Cuaca ekstrem tersebut memicu pohon tumbang di dua lokasi berbeda hingga merusak rumah warga, gardu jualan, serta melumpuhkan akses jalan dan jaringan listrik.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat mencatat dua titik lokasi terdampak utama, yaitu di Kecamatan Simboro dan Kecamatan Mamuju.

Insiden pertama terjadi sekitar pukul 04.12 WITA di Jalan Abd. Malik Pattanaendeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro. Terjangan angin kencang merobohkan sebatang pohon besar beserta tiang listrik di pinggir jalan hingga menutup seluruh badan jalan.

Dampaknya, arus lalu lintas kendaraan sempat lumpuh total dan pasokan listrik di wilayah sekitarnya terputus.

Menerima laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Sulbar, BPBD Kabupaten Mamuju, PLN, Satpol PP Sulbar, hingga Brimob Polda Sulbar langsung diterjunkan ke lokasi.

“Tim Satpol PP dan BPBD mengamankan lokasi serta mengatur lalu lintas, sementara personel Brimob bersama BPBD bahu-membahu memotong material pohon menggunakan mesin pemotong (chainsaw),” terang pihak BPBD Sulbar.

Petugas PLN juga dengan cepat menghentikan aliran listrik sementara guna menjaga keselamatan tim evakuasi di lapangan. Saat ini, material pohon telah dibersihkan dan jalur tersebut sudah kembali normal serta bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sebelumnya, pada pukul 02.36 WITA, cuaca ekstrem juga menumbangkan pohon besar di Jalan AP Pettarani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju.

Pohon tumbang tersebut menimpa satu unit rumah milik Ibu Lisma yang dihuni bersama empat anggota keluarganya. Selain rumah, sebuah gardu tempat jualan warga turut hancur tertimpa batang pohon. Kejadian ini juga merusak bentangan kabel listrik PLN serta jaringan telekomunikasi.

Berdasarkan pendataan awal BPBD, kerugian materiil meliputi 1 unit rumah warga mengalami rusak ringan. 1 unit gardu jualan mengalami rusak berat. 1 unit jaringan kabel PLN mengalami kerusakan. Dan 1 unit jaringan kabel Telkom mengalami rusak berat.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa penanganan cepat lintas sektor ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam merespons potensi bencana akibat cuaca ekstrem.

“Sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, BPBD terus memperkuat kesiapsiagaan dan respons cepat. Koordinasi erat dengan seluruh unsur terkait sangat penting agar penanganan di lapangan berjalan cepat, tepat, serta mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas,” tegas Yasir Fattah.

BPBD Sulbar mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, hingga risiko pohon tumbang. Warga diharapkan segera melapor ke petugas terdekat atau layanan kebencanaan resmi jika menemukan potensi darurat di lingkungannya.