Ruang Redaksi — Bupati Polewali Mandar (Polman), Samsul Mahmud, meninjau langsung lokasi musibah kebakaran sekaligus menemui para korban terdampak di Kecamatan Campalagian, pada Selasa (18/8/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Polman ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Polman untuk memberikan dukungan moral, menyerap aspirasi, serta memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat.
Dalam kunjungannya, Samsul Mahmud menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa warga setempat.
“Semoga keluarga yang terdampak diberikan ketabahan, kekuatan, dan segala kebutuhan yang diperlukan dapat segera terpenuhi,” ujar Samsul Mahmud dalam keterangan rilisnya yang diterima Minggu (23/8/2026).
Ia menyadari bahwa musibah kebakaran tak hanya merenggut materi, tetapi juga menyisakan trauma psikologis bagi korban. Oleh karena itu, Pemkab Polman berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat hingga masa pemulihan.
“InsyaAllah, pemerintah akan terus hadir dan memberikan perhatian bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” tegasnya.
Guna mencegah kejadian serupa terulang, Bupati Samsul mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari. Dua fokus utama yang ia garis bawahi adalah penggunaan dapur dan kelayakan instalasi listrik.
Warga diimbau tidak meninggalkan dapur atau kompor dalam kondisi menyala tanpa pengawasan. Serta memastikan kabel, stopkontak, dan peralatan elektronik yang usang segera diganti untuk mengantisipasi bahaya korsleting.
“Bukan hanya soal peralatan memasak, penggunaan listrik juga harus diperhatikan. Kita harus sama-sama waspada agar kejadian seperti ini tidak kembali terjadi,” pesannya.
Selain potensi kebakaran di area permukiman, Samsul juga menyoroti risiko kebakaran lahan pertanian dan perkebunan, terlebih saat memasuki musim kemarau.
Ia meminta warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau kebun secara sembarangan. Dan emastikan sisa api pembakaran sampah benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Serta memperhatikan kondisi angin dan cuaca panas yang berpotensi mempercepat penyebaran api.
“Termasuk kebakaran lahan dan kebun, kita harus waspada. Jangan melakukan pembakaran sembarangan karena api bisa dengan cepat merambat, apalagi ketika kondisi cuaca panas dan angin cukup kencang,” jelasnya.
Menutup kunjungannya, Samsul Mahmud mengajak seluruh masyarakat Polman untuk membangun budaya saling mengingatkan dan segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan potensi bahaya kebakaran.




