Ruang Redaksi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar bergerak cepat menyikapi persoalan tumpukan sampah yang kian meresahkan di Kecamatan Wonomulyo. Langkah ini ditegaskan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada Jumat (9/1/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

RDP tersebut menghadirkan Kepala DLHK Polman Jumadil Tappawali, Wakasatpol PP Syarifuddin Wahab, Camat Wonomulyo Samiaji, serta Kabid Kebersihan Muhajir.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari inspeksi mendadak ke Pasar Wonomulyo pada Rabu (7/1) lalu yang melibatkan alat berat untuk evakuasi sampah ke TPA.

Kadis DLHK Polman, Jumadil Tappawali, mengungkapkan rencana strategis untuk menekan volume tumpukan sampah di titik-titik krusial.

“Inisiatif kami adalah menambah tiga unit kontainer yang akan ditempatkan di Pasar Ikan, sudut depan SMK YPPP Wonomulyo, dan Jalan Gatot Subroto,” kata Jumadil.

Ia menekankan bahwa penanganan sampah tidak bisa maksimal tanpa dukungan infrastruktur yang mumpuni.

“Perlu ada tambahan armada beserta sarana, prasarana, petugas kebersihan, hingga backup operasionalnya jika kita ingin menuntaskan masalah ini secara menyeluruh,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Polman, Sarina, memberikan solusi taktis terkait manajemen sumber daya manusia. Ia menyarankan agar dilakukan redistribusi petugas kebersihan untuk sementara waktu.

“Dari total 267 petugas kebersihan yang ada, sebagian bisa dialihkan dulu ke Wonomulyo untuk membantu penanganan di sana. Tentunya, perlu dipertimbangkan pemberian tambahan insentif bagi mereka,” usul Sarina.

Sementara itu, Ketua DPRD Polman, Fahry Fadli, menyambut baik saran tersebut dan meminta Satpol PP segera mengambil tindakan represif dan preventif melalui pengaktifan kembali Patroli Sampah.

“Sebelumnya, Patroli Sampah ini sudah berhasil menertibkan warga sehingga tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan. Program ini sangat efektif dan perlu kita aktifkan kembali di Kecamatan Wonomulyo,” tegas Fahry.

Fahry mendesak seluruh pihak terkait untuk segera mengeksekusi hasil rapat ini tanpa menunda-nunda. Menurutnya, tumpukan sampah yang semakin meningkat sudah menimbulkan keresahan sosial dan gangguan kesehatan bagi masyarakat setempat.

RDP ditutup dengan kesepahaman bersama bahwa sinergi antara DLHK, Satpol PP, dan Pemerintah Kecamatan adalah kunci utama agar Wonomulyo kembali bersih dan tertata.