Ruang Redaksi – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat sejak sabtu malam menyebabkan air sungai di Desa Kenje, Kecamatan Campalagian meluap dan merendam ratusan rumah warga.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain air sungai meluap banjir ini semakin diperparah akibat buruknya drainase diwilayah tersebut sehingga tidak mampu menampung debit air.

Drainase tersumbat lumpur dan sampah, sehingga air dengan cepat meluap ke pemukiman warga hingga masuk ke dalam rumah. Ketinggian air bervariasi mulai dari 50 centimeter hingga 120 centimeter.

Akibatnya, sejumlah perabotan seperti lemari, kasur, alat elektronik, hingga dokumen penting ikut terendam. Sejumlah warga berusaha menyelamatkan barang-barang mereka dari rendaman banjir.

Salah seorang warga, Alimuddin, mengatakan, warga telah berulang kali menyampaikan keluhan terkait buruknya drainase kepada pemerintah namun belum juga terealisasi.

“Kami sangat prihatin karena setiap musim hujan pasti banjir, kami selalu berupaya untuk mengusulkan ke pemerintah Kabupaten untuk mengusulkan perbaikan drainase karena kita lihat sungai meluap ditambah drainase tersumbat sehingga air mengalir ke pemukiman warga,” kata Alimuddin, Sabtu (27/11/2025).

Menurutnya, banjir kali ini merupakan banjir terparah sejak beberapa tahun terakhir lantaran setiap turun hujan pemukiman warga pasti terendam banjir.

“Sekitar 2 jam diguyur hujan, tadi sempat surut tetapi 30 menit kedepan air kembali meluap akibat banjir kiriman dari dusun lain,” ungkapnya.

Di tengah kondisi ini, warga berharap pemerintah segera memperbaiki sistem pembuangan drainase. Selama bertahun-tahun, buruknya drainase menjadi momok bagi masyarakat.