Ruang Redaksi – Kecelakaan maut yang melibatkan tiga unit sepeda motor terjadi di Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Rimuku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (8/1/2026) malam.
Insiden yang melibatkan delapan orang remaja tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan beberapa lainnya luka berat.
Peristiwa nahas ini bermula saat dua sepeda motor, yakni Yamaha Jupiter MX (tanpa plat) dan Yamaha Mio M3, melaju beriringan dari arah utara (Simpang Lima) menuju selatan. Kedua motor tersebut diketahui masing-masing berbonceng tiga.
Salah satu motor mencoba menyalip rekannya tepat di area tanjakan sebelum akhirnya menghantam kendaraan dari arah berlawanan. Kerasnya benturan membuat kedelapan remaja tersebut terpental sejauh beberapa meter ke badan jalan.
Warga di sekitar lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan pertama karena para korban tergeletak cukup lama di jalanan sebelum dievakuasi.
Sebanyak lima korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, dua korban lainnya saat ini berada di Polresta Mamuju untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kecelakaan ini mengakibatkan ketiga kendaraan mengalami rusak parah. Saat ini, barang bukti kendaraan telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan.
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, menjelaskan bahwa insiden terjadi saat kondisi jalan menurun dan menanjak di area belakang Stadion Manakarra. Kendaraan melaju dengan kecepatan cukup tinggi.
“Kedua motor yang beriringan ini berboncengan tiga. Saat berada di lokasi, muncul sepeda motor Honda Beat dari arah berlawanan yang juga melaju kencang. Karena masing-masing pengendara tidak dapat menguasai kendaraan, tabrakan pun tidak terhindarkan,” kata Iptu Herman Basir, Jumat (9/1/2026).
Berdasarkan data kepolisian, mayoritas korban diketahui tidak mengenakan helm saat berkendara.
“Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, dua orang dinyatakan meninggal dunia, yakni pengendara motor Jupiter Z dan salah satu teman yang diboncengnya. Tiga orang lainnya mengalami luka serius atau luka berat, sementara sisanya luka ringan,” ungkapnya.
Pihak kepolisian mengimbau kepada orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya, terutama dalam penggunaan kendaraan bermotor, guna menghindari terjadinya aksi bonceng tiga dan berkendara tanpa perlengkapan keselamatan yang berisiko fatal.




